15 October 2026 09:59
Malang: Sebanyak 752 prajurit muda Korps Marinir TNI Angkatan Laut resmi menyandang baret ungu setelah menuntaskan Pendidikan Komando Marinir angkatan ke-180. Sebelum mengikuti upacara pembaretan di Pantai Baruna, Malang Selatan, mereka menjalani lintas medan sejauh kurang lebih 350 kilometer dari Banyuwangi menuju Malang Selatan.
Upacara pembaretan dipimpin langsung Panglima Korps Marinir Letjen TNI Marinir Endi Supardi. Para prajurit terdiri dari 453 siswa Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) dan 299 siswa Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata).
Selama kurang lebih dua bulan, para siswa menjalani lima tahapan pendidikan, mulai dari dasar komando hingga perang gerilya. Lintas medan sejauh 350 kilometer menjadi puncak rangkaian pendidikan sebelum mereka resmi menyandang baret ungu.
Momen pembaretan berlangsung haru saat para prajurit bertemu dan memeluk keluarga, termasuk orang tua yang hadir menyaksikan pencapaian tersebut.
Panglima Korps Marinir Letjen TNI Marinir Endi Supardi menegaskan, pembaretan bukan sekadar acara seremonial.
“Upacara pembaretan ini bukan hanya sekadar acara seremonial belaka, tetapi mengandung makna atau arti yang sangat mendalam. Inilah penanaman doktrin pertama kali mereka bergabung dengan Korps Marinir,” ujar Endi dalam tayangan Headline News Metro TV, Kamis 15 Oktober 2026.
Menurutnya, penyematan baret ungu menandai awal tanggung jawab para prajurit untuk menjaga kehormatan dan nama baik Korps Marinir, TNI AL, TNI, bangsa, dan negara.
“Artinya bergabungnya ini awal pertama mengemban tanggung jawab, menjaga kehormatan, mengemban tugas, menjaga nama baik Korps Marinir, TNI AL, TNI, bangsa dan negara. Ini maknanya cukup mendalam,” katanya.
Para prajurit muda diharapkan menjalankan pengabdian secara profesional, disiplin, dan tangguh, sekaligus tetap humanis serta dekat dengan rakyat.