Gunung Papandayan Kembali Munculkan Blue Fire, Apa Penyebabnya?

Metro TV • 27 September 2026 19:51

Jakarta: Fenomena blue fire atau nyala api biru kembali muncul di Gunung Papandayan, Garut, Jawa Barat. Fenomena yang terlihat di sejumlah titik kawah tersebut bukan merupakan indikasi erupsi dan status aktivitas Gunung Papandayan masih berada pada Level I atau Normal.

Berdasarkan pengamatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi pada 23 September 2026, nyala biru keunguan terlihat di beberapa titik kawah dengan sebaran yang cukup luas.

Sehari kemudian, 24 September 2026, nyala tersebut mulai berkurang dan terkonsentrasi di sekitar Kawah Manuk atau Baladama. Warna nyala juga terlihat berubah menjadi biru keputihan.

Selain Kawah Manuk, area yang menjadi lokasi pengamatan fenomena tersebut meliputi Kawah Baru Emas dan Kawah Nangklak.

Bukan Tanda Erupsi

Fenomena blue fire terjadi ketika gas panas yang mengandung belerang keluar dari area kawah. Gas tersebut kemudian terbakar dan menghasilkan cahaya berwarna biru hingga violet.

Menurut Kepala PVMBG Rita Susilawati, gas panas yang keluar di area yang mengandung belerang memang dapat menghasilkan nyala biru.

"Gas panas yang keluar di area yang mengandung belerang dapat menghasilkan nyala biru," ujar Rita dalam keterangan PVMBG, 25 September 2026.

Pembakaran gas belerang tersebut berlangsung relatif bersih dengan minim jelaga sehingga menghasilkan emisi cahaya berwarna biru-violet. Suhu di area tersebut dapat meningkat dari sekitar 360 derajat Celsius hingga mencapai 600 derajat Celsius.

Fenomena serupa juga pernah teramati di Gunung Papandayan. Nyala biru tercatat muncul pada Maret 2023 dan kembali terlihat di Kawah Baru pada 12 Maret 2025.

Status Gunung Papandayan Tetap Normal

Meski fenomena blue fire kembali muncul, PVMBG memastikan tingkat aktivitas vulkanik Gunung Papandayan masih berada pada Level I atau Normal.

"Pengamatan Badan Geologi hingga saat ini menunjukkan bahwa tingkat aktivitas Gunung Papandayan tetap Level I (Normal)," kata Rita.

PVMBG mengimbau masyarakat dan pengunjung tetap tenang serta mengikuti informasi resmi dari Badan Geologi dan pemerintah daerah setempat.

Pengunjung juga diminta tidak melakukan aktivitas maupun menginap dalam radius 500 meter dari bukaan kawah aktif.

Sejumlah Jalur Ditutup

Untuk aktivitas pendakian, area Pos 1 hingga Pos 4 masih dapat digunakan. Aktivitas berkemah juga diperbolehkan pada area tersebut dengan tetap mengikuti ketentuan keselamatan.

Sementara itu, Pos 5 dan Pos 6 yang berada di area kawah ditutup karena adanya risiko paparan gas vulkanik. Pos 7 atau kawasan Hutan Mati (Ghober Hoet), yang menjadi titik pantau terdekat fenomena blue fire, juga tidak dapat diakses.

Dengan demikian, kemunculan blue fire di Gunung Papandayan merupakan fenomena yang dapat muncul secara episodik dan bukan berarti gunung sedang mengalami erupsi. Masyarakat dan pendaki tetap perlu mematuhi batas penutupan serta tidak menerobos area yang telah ditetapkan demi keselamatan.

(Zein Zahiratul Fauziyyah)


Close Ads X
Close Ads X