29 October 2026 13:40
Sebanyak 6.100 unit dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia dihentikan operasionalnya untuk sementara waktu oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Kebijakan tegas ini diberlakukan lantaran ribuan dapur tersebut tidak menyetorkan Laporan Penggunaan Dana Harian (LPDH).
Kepala BGN, Sudaryono, mengungkapkan bahwa angka tersebut mencakup hampir seperempat dari total 26.385 dapur aktif yang saat ini beroperasi di berbagai daerah. Penghentian operasional dilakukan akibat ketidaktertiban pengelola dalam mempertanggungjawabkan anggaran yang telah dicairkan.
"Dari 26.385 dapur, hari ini ada 6.100 dapur yang tidak melaporkan penggunaan dana hariannya. Karena uang yang diambil tidak dilaporkan dengan baik, maka tidak kita kasih dana lagi," ujar Sudaryono dalam acara Transformasi MBG 2.0 dikutip dalam tayangan Special Program Metro TV, Kamis, 29 Oktober 2026.
Sudaryono sekaligus meluruskan narasi di media sosial yang menyebut dapur-dapur tersebut terpaksa tutup akibat kehabisan biaya operasional dari pemerintah. Ia menegaskan, kas negara memiliki anggaran yang cukup, namun pencairan saldo tambahan (top up) melalui rekening virtual (virtual account) dibekukan otomatis hingga laporan keuangan diserahkan secara transparan.
"Negara punya uangnya, tetapi mereka tidak bisa menyediakan laporan yang benar. Ini uang negara, bukan uang nenek kita, jadi wajib dipertanggungjawabkan sebaik-baiknya," tegasnya.
Buntut pelanggaran administrasi pada 6.100 dapur tersebut, BGN tidak hanya menyetop kucuran dana, tetapi juga mengerahkan tim Inspektorat untuk melakukan audit investigasi di lapangan.
Sudaryono memastikan proses pengawasan akan berjalan ketat guna mencegah kebocoran anggaran publik.
"Kami terjunkan tim untuk menginvestigasi penggunaan dananya. Jika ditemukan unsur pelanggaran pidana, kami siap berkoordinasi dengan kepolisian untuk menindak tegas," pungkasnya.