31 October 2026 21:30
Palangka Raya: Operasional penerbangan di Bandara Tjilik Riwut, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mulai berangsur pulih. Sebelumnya, aktivitas di bandara ini sempat terganggu dan mengalami kelumpuhan akibat pekatnya kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kondisi penerbangan kembali kondusif usai hujan yang mengguyur Kota Palangka Raya selama empat hari terakhir. Hujan tersebut secara signifikan menipiskan kabut asap dan menjernihkan ruang udara di sekitar bandara.
Jarak pandang (visibilitas) penerbangan yang sebelumnya sangat terbatas dan sempat berada di bawah 500 meter, kini telah meningkat drastis hingga mencapai 10 kilometer. Kondisi ini membuat operasional penerbangan kembali memenuhi standar batas keamanan penerbangan.
Meski jarak pandang sudah sangat membaik, aktivitas penerbangan komersial belum sepenuhnya kembali normal secara total. Untuk sementara waktu, penerbangan yang beroperasi masih terbatas melayani rute Jakarta-Palangka Raya dan rute sebaliknya.
Pihak Departemen Business Support Bandara Tjilik Riwut, Andi Wiguna, mengonfirmasi perbaikan kondisi cuaca dan visibilitas di area landasan tersebut.
"Untuk jarak pandang alhamdulillah sudah mulai berangsur baik dari hari ke hari, apalagi setelah turun hujan empat hari terakhir. Jarak pandang yang sebelumnya hanya di bawah 500 (meter), sekarang sudah menyentuh angka 10 kilometer atau 10 ribu meter," ujar Andi, dikutip dari tayangan Headline News di Metro TV, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Selain jarak pandang yang kembali aman untuk penerbangan, Andi juga menyebut bahwa kualitas udara di sekitar bandara dan Palangka Raya secara umum sudah mulai membaik. Kondisi udara dinilai sudah tidak lagi berbahaya dan kembali aman untuk dihirup oleh masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.