10 October 2026 11:25
Sebulan menjelang gelaran seri balapan MotoGP Indonesia 2026 pada 9-11 Oktober mendatang, Sirkuit Internasional Mandalika di Lombok, Nusa Tenggara Barat, mulai memanas. Lebih dari 60 peserta dari kawasan Asia Pasifik dan Eropa mendapat kesempatan langka menguji adrenalin menunggangi motor superbike Ducati Panigale V4S 1.000 cc.
Pengalaman mengaspal di lintasan sepanjang 4.031 meter ini dikemas melalui ajang Ducati Riding Experience (DRE) 2026 yang berlangsung pada 5-6 September.
Pelatihan Teknik Mengemudi dari Mantan Pembalap
Sebelum turun ke lintasan, seluruh peserta wajib mengikuti sesi kelas teori dan praktik yang dipandu oleh 12 instruktur berpengalaman dari kalangan mantan pembalap. Para peserta dibagi ke dalam empat tingkatan sesuai kemampuan, yakni kelas intro, track warm up, pro, hingga master.
Para instruktur memberikan pembekalan mendasar mengenai teknik melintasi sirkuit, mulai dari penentuan garis balap (racing line), titik pengereman (braking point), hingga posisi tubuh (body position).
"Banyak yang harus kita share ke mereka tentang racing line, breaking point, body position. Yang sering masih salah sih body position ya, karena di jalan raya sama di trek beda," terang salah satu instruktur DRE 2026, Doni Tata Pradita dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Sabtu, 10 Oktober 2026.
"Kalau di trek kita harus aktif di atas motor dan kita harus bisa meng-handle motor, bukan kita dikendarain sama motor," tambahnya.
Menaklukkan 17 Tikungan dan Perubahan Elevasi Mandalika
Puncak acara ditandai dengan kesempatan mengaspal sebanyak lima sesi, di mana tiap sesi terdiri atas lima putaran. Para penunggang kuda besi diajak meliuk-liuk menaklukkan 17 tikungan sirkuit dengan tantangan variasi elevasi. Tikungan 10, 15, dan 16 menjadi area yang paling menantang bagi para peserta.
Legenda pembalap motocross Indonesia, Johny Pranata, mengaku terpukau saat pertama kali memacu superbike di sirkuit balap aspal kelas dunia.
"Yang saya rasakan karena memang belum pernah naik motor sebesar ini dan di sirkuit MotoGP juga, jadi perbedaan yang sangat jauh sekali dengan motocross. Di mana speed, tenaga motor yang luar biasa," ungkap Johny Pranata.
"Iya, memang ada training awal untuk posisi badan dan lain-lain ya, tapi memang karena belum terbiasa jadi masih agak kesulitan. Tapi memang speed-nya luar biasa, kerja tenaganya luar biasa," lanjutnya.
Potensi Sport Tourism Dunia
Penyelenggaraan DRE 2026 ini menjadi kali kedua Indonesia dipercaya sebagai tuan rumah setelah edisi perdana pada 2024. Keindahan alam tropis dan panorama pantai di sekitar sirkuit menjadi daya tarik utama bagi para pencinta olahraga otomotif internasional.
CEO Ducati Indonesia, Jimmy Budhijanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini berpotensi besar mendorong sektor pariwisata olahraga (sport tourism) nasional. Pihaknya bercita-cita menjadikan kegiatan DRE sebagai agenda rutin dua tahunan di Indonesia.
"Kita sebagai Ducati representative untuk Indonesia tentunya juga memberikan suatu confidence yang baik kepada Ducati Asia Pasifik bahwa Mandalika adalah tempat yang layak untuk selain menjadi tempatnya riding experience, tapi juga sekaligus punya tempat wisata," kata Jimmy Budhijanto.
"Pantainya bagus, tempatnya enak, ya secara tidak langsung how to Indonesian tourism," tambahnya.
Keseruan acara dua hari tersebut ditutup dengan pertunjukan aksi ekstrem (stunt show) selama 30 menit dari Emilio Zamora di area pit stop Sirkuit Mandalika.