Ketua Umum Relawan Militan Gibran 08 Nusantara, Andi Azwan, menyambangi kediaman pribadi Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, pada Senin 12 Oktober 2026 pagi. Didampingi tim kuasa hukum, pertemuan yang berlangsung selama satu setengah jam tersebut membahas hasil putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait polemik ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Usai pertemuan, Andi menegaskan bahwa keabsahan ijazah Gibran sudah sangat terang benderang dan tak perlu lagi diragukan publik. Ia juga menilai peluang pemakzulan terhadap Wapres Gibran sangat kecil.
Menurut Andi, isu yang terus digulirkan ini merupakan politik karambol yang dirancang secara sistematis. Ia menyebut serangan yang awalnya ditujukan kepada Gibran memiliki target jangka panjang untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
"Teman-teman ataupun juga seluruh masyarakat Indonesia,
speak up, berbicaralah untuk menghadapi semuanya, bahwa kebenaran itu harus kita perjuangkan. Karena kalau
enggak, mereka-mereka itu yang menyebarkan berita hoaks dan juga politik belah bambu, politik karambol, yang tujuannya sebetulnya adalah ingin menggulingkan pemerintahan kita. Arahnya dari Mas Gibran terus ke Pak Prabowo," ujar Andi Azwan dikutip dari
Primetime News, Metro TV, Senin 12 Oktober 2026.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat dan organisasi untuk bergandengan tangan mengawal jalannya pemerintahan agar program-program pembangunan tidak terhambat oleh manuver politik pihak tertentu.