NEWSTICKER

Biaya Haji Naik 2 Kali Lipat, Manfaat atau Mudarat?

23 January 2023 18:17

Kemenag mengusulkan kenaikan biaya haji yang dibebankan ke jemaah menjadi Rp69 juta dari sebelumnya Rp39 juta. Pemerintah pun didesak untuk mengkaji ulang usulan ini. Sebab, kenaikan biaya haji bagi jemaah dilakukan secara tiba-tiba di tengah kabar Arab Saudi yang berencana menurunkan biaya paket haji hingga 30%.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Daopang mengatakan, usulan kenaikan ongkos haji perlu dievaluasi karena berpotensi memberatkan jemaah yang akan berangkat di 2023. Melunasi Rp30 juta dalam waktu satu bulan dinilai sangat berat dipenuhi calon jemaah menengah ke bawah.

"Kenaikan 70 dan 30% tentu ideal, tapi idealnya bukan untuk tahun ini, bisa 10 tahun ke depan. Saya akan mengajak teman-teman fraksi mendengar jemaah, berapa kemampuannya untuk memakai nilai manfaat agar tidak mengambil hak jemaah yang datang," ujar Marwan Daopang. 

Marwan Daopang menambahkan, Badan Penyerahan Keuangan Haji (BPKH) tidak bisa didesak, karena BPKH sepakat nilai manfaat sebesar Rp8,1 triliun. Sementara jemaah berkenan memberikan ruang daftar keuangan haji selama 20 bahkan 30 tahun.

"Kerelaan menyimpan uang 30 tahun untuk dikelola BPKH ada harapan supaya memperbanyak nilai manfaat. Saya dan teman-teman sudah mendengar persiapan jemaah, kenaikan 100% itu berat sekali dan saya menangkap itu," sambung Marwan Daopang.

Sementara itu Kepala BPKH Fadlul Imansyah mengatakan, sejak 2010 biaya penyerahan ibadah haji (BPIH) belum pernah naik dari setoran awal Rp25 juta plus setoran lunas Rp10 juta dengan total Rp35 juta. 

"Bicara masalah inflasi dan apresiasi dolar, waktu 2010 sebesar Rp25 juta saat ini menjadi Rp98 juta itukan kurun waktu 12 tahun. Suatu hal yang sangat normal sekali," pungkas Fadlul Imansyah.