NEWSTICKER

Upaya Pemulangan Warga Kiwirok, Satgas Operasi Damai Cartenz Gelar Pesta Bakar Batu dan Doa Bersama

18 November 2022 15:04

Satgas Operasi Damai Cartenz bersama pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang menggelar Pesta Bakar Batu dan doa bersama. Bakar Batu ini juga sebagai awal proses pemulangan warga Kiwirok yang lebih dari setahun harus mengungsi ke Oksibil akibat desanya diserang kelompok kriminal bersenjata. Warga ingin pulang dalam waktu dekat ini agar bisa merayakan natal dan tahun baru di kampung halamannya.

Bertempat di Gereja Sion Oksibil Kabupaten Pegunungan Bintang, Wakil Kepala Operasi 1 Satgas Operasi Damai Cartenz bersama rombongan serta pemerintah daerah Pegunungan Bintang hadir di tengah masyarakat pengungsi Kwirok untuk melaksanakan Pesta Bakar Batu sebagai wujud dan harapan kegiatan pemulangan pengungsi dari Distrik Oksibil ke Distrik Kwirok sebelum natal 2022 agar terus berjalan damai dan lancar.

Damai Cartenz melalui program Binmas Noken menyerahkan empat ekor babi kepada pengungsi Kwirok untuk Pesta Bakar Batu. Masyarakat Kwirok yang selama ini mengungsi di Oksibil Kabupaten Pegunungan Bintang selama kurang lebih satu tahun dua bulan dengan kedatangan Polri melalui Satgas Damai Cartenz dapat membawa harapan masyarakat yang ingin merayakan natal 2022 dan tahun baru 2023 bersama keluarga dirumah dengan damai.

Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Muhammad Firman mengatakan bahwa Satgas Operasi Damai Cartenz yang dibentuk oleh pemerintah bertujuan untuk mensejahterakan dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Kepada bupati diminta agar tidak berkecil hati karena TNI Polri ada bersama bupati. Selain menjalin kedekatan dengan warga, Acara Bakar Batu tersebut juga menjadi sarana perencanaan dalam pengembalian masyarakat Kwirok ke kampung halamannya.

Kaops Damai Cartenz menekankan bahwa pemulangan masyarakat Kwirok bukanlah hal yang mudah dan membutuhkan kerjasama yang baik dari seluruh pihak agar dapat terwujud sesuai rencana yang dilakukan. Bupati juga menambahkan melalui momen doa bersama dan bakar batu ini merupakan wujud dan harapan bagi masyarakat pengungsi agar dapat kembali ke kampung halamanya dengan selamat dan berjalan dengan lancar.