NEWSTICKER

Bjorka, Ancaman Atau Lelucon?

13 September 2022 21:50

Akun Bjorka sedang menjadi pergunjingan netizen karena membocorkan data pribadi pejabat dan masyarakat. Disisi lain pemerintah meyakinkan bahwa data yang dibocorkan ke publik adalah data umum. Belakangan ini Bjorka makin sering berkicau di media seiring dengan aktivitas peretasan yang dilakukannya.

Pada 31 Agustus, Bjorka mengunggah 1,3 miliar data registrasi pengguna SIM card yang berisi NIK, nomor telepon, provider hingga nomor registrasi. Tak berhenti disitu, Bjorka membocorkan 105 juta data kependudukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 6 September lalu yang berisi NIK, kartu keluarga, hingga nama lengkap.

Yang lebih menggemparkan adalah Bjorka membocorkan data surat rahasia untuk presiden Joko Widodo pada periode 2019-2021 pada 9 September. Salah satunya adalah surat dalam amplop tertutup dari Badan Intelijen Negara (BIN). 

Bjorka juga membocorkan data dan menyentil Menkominfo Johnny G Plate, Menteri BUMN Erick Thohir, Ketua DPR RI Puan Maharani, serta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Anies dan Erick menanggapi santai dengan peretasan yang dilakukan Bjorka. Lain dengan kedua tokoh tersebut, Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menanggapi serius terkait peretasan yang dilakukan Bjorka dengan tidak memakai aplikasi whatsapp untuk sementara waktu.

Menurut Menko Polhukam, Mahfud MD data yang retas dan disebarkan oleh Bjorka adalah data-data umum dan bukan data spesifik. Meski begitu, menurut Cak Imin ini sudah menjadi masalah serius karena sudah mengganggu kenyamanan masyarakat dan keamanan nasional. 

Menurut pakar IT, Alfons Tanujaya, apa yang dilakukan Bjorka belakangan ini merupakan bentuk ungkapan bagaimana perasaan masyarakat Indonesia yang datanya bocor. Bjorka sebenarnya ingin pejabat atau pemerintah juga merasakan apa yang dirasakan oleh masyarakat. Yang menjadi perhatian adalah bagaimana mudahnya para hacker ini membobol lumbung data pribadi masyarakat Indonesia.