Cerita WNI saat Gempa Turki: Kami Harus Bertahan di Tengah Badai Salju

10 February 2023 20:04

Nazifatul Ulya, mahasiswa Indonesia yang tinggal di Gaziantep, Turki, menceritakan kondisinya yang harus bertahan di tengah badai salju kala gempa dahsyat mengguncang Turki, Senin (6/2/2023) dini hari waktu setempat.

Nazifatul memaparkan, pada saat terjadi mayoritas warga di Gaziantep sedang terlelap tidur. Mereka berhamburan mencari tempat aman untuk menghindari reruntuhan bangunan yang diakibatkan gempa. 

“Waktu itu saya dan teman-teman saya satu rumah ita semua masih tidur, dan bangun ketika guncangan gempa semakin besar,”kata Nazifatul Ulya.

Pada saat kondisi panik masyarakat tidak ada yang membawa pelengkapan untuk musim dingin. Kondisi diperparah dengan datangnya badai salju saat terjadinya gempa. 

“Pada saat itu kami semua panik tidak ada yang membawa perkengakapan untuk musim dingin dan pada saat gempa itu terjadi di Gaziantep mengalami badai salju,” ungkap Nazifatul Ulya.

Nazifatul Ulya mengatakan, dirinya dan mahasiswa lain mencoba untuk mencari bantuan ke pihak KBRI. Seelahnya, mahasiswa asal Indonesia ini tiba di Angkara dua hari setelah terjadinya gempa. Hingga kini, tim penyelamat masih berupaya mencari korban selamat maupun meninggal akibat gempa.

Pasca gempa bermagnitudo 7,8 yang terjadi di Turki dan Suriah, jumlah korban terus bertambah. Saat ini, ada lebih dari 21 ribu orang meninggal dunia. Sedangan korban luka-luka di Turki mencapai 72.879 orang dan di Suriah mencapai 5.200 orang, Jumat (10/2/2023). 

(Yoga Adhitama)


Close Ads X
Close Ads X