7 August 2022 13:29
Dalam rencana pembangunan infrastruktur perkeretaapian Indonesia hingga 2030, Pemerintah mengembangkan pembangunan di Pulau Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Papua, Jawa dan Bali. Pembangunannya untuk kereta barang dan juga penumpang.
Pada tahun 2022 sendiri, ada tiga proyek perkeretaapian prioritas. Pertama, pembangunan sistem kereta api Makassar-Parepare pada segmen Marros-Kabupaten Barru sepanjang 59,6 kilometer dan siding KA Mangilu-Tonasa 1,5 kilometer.
Kedua, penyelesaian pembangunan kereta api cepat di Pulau Jawa, yakni Jakarta-Bandung serta Jakarta-Semarang.
Sementara proyek ketiga pengembangan sistem angkutan umum massal di enam wilayah metropolitan, yakni pembangunan jalan KA layang Medan-Binjai, kemudian double track Kiaracondong-Cicalengka di Bandung Raya, dan sejumlah proyek fasilitas perkeretaapian di wilayah Jabodetabek.
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi menjelaskan pengembangan perkeretaapian di Indonesia merupakan hal yang wajib dilakukan karena kereta api memiliki kapasitas yang besar dalam perpindahan dan mobilitas orang dan barang yang relatif cepat, aman dan efisien. Oleh karena itu pembangunan moda transportasi kereta api menjadi perhatian utama.