Akankah Pemerintah Menaikkan Harga BBM Bersubsidi?

19 August 2022 14:05

Harga minyak dunia saat ini naik dampak dari perang Rusia-Ukraina yang tidak kunjung usai. Pemerintah pun mengisyaratkan akan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi mengingat ketidakberdayaan pemerintah untuk menambah dana subsidi. Berkurangnya anggaran subsidi dan kompensasi energi di tahun 2023 akan mempengaruhi  kebijakan pemerintah. Menurut Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bima Yudhistira, pemerintah punya dua opsi dengan menaikkan harga bahan bakar jenis Pertalite secara signifikan di tahun 2022 atau pada 2023. 

Pemerintah masih yakin harga minyak mentah per barel masih berada di angka USD90 per barel sementara target inflasi hanya 3%. Diperkirakan dengan menaikkan harga Pertalite di tahun ini secara signifikan inflasi akan tinggi di 2022 namun inflasi tetap bisa dikendalikan pada 2023.

Bima memperkirakan Pertalite akan naik dari Rp7.650 menjadi Rp10 ribu per liter. Bima juga menyarankan kepada pemerintah, jika ingin menaikkan harga maka harus menginisiasikan kenaikan harga dengan cepat dan jangan dibuat mengambang karena dapat memicu isu kelangkaan BBM bersubsidi. Bima Yudhistira mengusulkan, jika ingin menaikkan Pertalite, ada satu strategi yaitu menutup kebocoran Solar bersubsidi karena bisa menghemat secara signifikan. 

Selama ini Solar bersubsidi bocor ke industri berskala besar seperti pertambangan atau pun perkebunan yang mungkin industri itu sudah mendapatkan insentif selama masa pandemi. Pemerintah diharapkan segera mengambil langkah tegas dan tidak mengambangkan isu kenaikan harga ini agar masyarakat segera bisa mendapatkan kepastian.

(Aditya Putra Pratama)


Close Ads X
Close Ads X