Kepala BNPB Tinjau Wilayah Terdampak Gempa Sulteng, Pastikan Huntara Segera Dibangun

20 June 2026 09:42

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, melakukan peninjauan langsung ke wilayah terdampak gempa bumi bermagnitudo 6,7 yang mengguncang Provinsi Sulawesi Tengah pada 16 Juni lalu. Dalam kunjungan tersebut, BNPB memastikan percepatan penanganan pengungsi dan pemulihan infrastruktur dasar bagi warga terdampak.

Letjen TNI Suharyanto mengunjungi beberapa titik lokasi di Kabupaten Sigi, di antaranya Desa Sejahtera, Kecamatan Palolo, dan Desa Kamarora, Kecamatan Nokilalaki. Peninjauan ini bertujuan untuk melihat secara objektif kondisi di lapangan serta memastikan bantuan logistik tersalurkan dengan baik.

Salah satu momen haru terekam saat Kepala BNPB menjenguk seorang ibu yang terpaksa melakukan persalinan di dalam tenda pengungsian sesaat setelah gempa terjadi. Suharyanto memastikan bahwa kondisi ibu dan bayi dalam keadaan sehat dan baik, sembari memberikan bantuan langsung untuk meringankan beban keluarga tersebut.

"Tadi secara sepintas ibunya sehat, bayinya juga sehat," ujar Suharyanto yang dikutip Metro Pagi Primetime pada Sabtu, 20 Juni 2026.
 

Baca juga: Korban Gempa Sigi Dapat Pilihan Huntara atau Dana Rp600 Ribu per Bulan

Meskipun kondisi kesehatan pengungsi terpantau baik, Suharyanto memberikan catatan kritis terkait kelayakan tenda pengungsian yang ada saat ini. Menurutnya, kondisi tenda yang ada masih kurang memadai untuk ditinggali dalam jangka waktu lama.

Sebagai langkah cepat, BNPB menetapkan batas maksimal bagi warga untuk tinggal di tenda darurat adalah selama 10 hari. Setelah masa tersebut, warga diharapkan dapat segera direlokasi ke Hunian Sementara (Huntara) yang lebih layak.

"Tinggal di tenda itu 10 hari maksimal, makanya setelah itu harus dibangun Huntara," tegas Suharyanto.

BNPB berkomitmen untuk segera memulai pembangunan Huntara begitu proses administrasi selesai. Suharyanto mendesak pemerintah daerah untuk bergerak cepat dalam melakukan pendataan warga terdampak agar bantuan pembangunan hunian dapat segera direalisasikan.

"Huntara ini segera kita akan bangun cepat setelah pendataan dari pemerintah daerah," pungkasnya.

(Anggie Meidyana)