Wisata Berkuda di Gurun Madinah, Mengenal Tradisi yang Dekat dengan Sejarah Islam

Mahmud Fauzi • 18 June 2026 14:03

Madinah: Wisata berkuda di kawasan gurun pinggiran Kota Madinah menjadi salah satu aktivitas yang diminati wisatawan maupun jemaah haji dan umrah. Selain menawarkan pengalaman menunggang kuda Arab di tengah lanskap gurun, kegiatan ini juga memberikan edukasi mengenai tradisi berkuda yang memiliki kedekatan dengan sejarah peradaban Islam.

Salah satu lokasi yang menawarkan pengalaman tersebut adalah Stable Madinahhorse. Di tempat ini, pengunjung dapat menunggang kuda Arab yang dikenal memiliki daya tahan tinggi dan karakter yang relatif jinak.
 



Sebelum berkuda, pengunjung terlebih dahulu mendapatkan arahan mengenai teknik dasar menunggang kuda serta prosedur keselamatan dari instruktur. Setelah itu, mereka diajak menyusuri jalur berpasir di kawasan gurun sekitar Madinah.

CEO dan Founder Stable Madinahhorse, Fauzi Rinaldi, mengatakan kuda Arab memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya dikenal luas di berbagai negara.

Menurutnya, kuda Arab memiliki daya tahan yang baik terhadap cuaca panas serta kemampuan menempuh perjalanan jarak jauh.

"Kuda Arab ini terkenal dengan ketangguhannya. Dalam cuaca Madinah yang bisa mencapai 45 derajat Celsius, kuda Arab mampu bertahan dan bahkan dapat menempuh jarak hingga sekitar 160 kilometer per hari," ujar Fauzi Rinaldi.

Ia menjelaskan, pihaknya menyediakan berbagai paket wisata berkuda yang dapat dinikmati wisatawan dan jemaah yang berkunjung ke Madinah.

"Kami menyediakan berbagai paket berkuda menggunakan kuda-kuda Arab, termasuk dokumentasi perjalanan bagi para pengunjung," katanya.

Fauzi menambahkan, berkuda juga memiliki nilai edukatif karena dapat melatih keseimbangan, keberanian, serta kedisiplinan. Karena itu, aktivitas tersebut tidak hanya menjadi sarana rekreasi, tetapi juga pengalaman belajar yang menarik bagi pengunjung.

Bagi sebagian jemaah haji dan umrah, mencoba berkuda di Madinah menjadi salah satu cara untuk mengenal lebih dekat budaya dan tradisi yang telah lama berkembang di kawasan tersebut. Aktivitas ini pun menjadi alternatif wisata yang memadukan rekreasi, edukasi, dan pengalaman budaya selama berada di Tanah Suci.

(Zein Zahiratul Fauziyyah)