Sambas: Kemarau panjang di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, membuat sejumlah wilayah mengalami kekeringan dan kekurangan sumber air. Kondisi ini turut menyulitkan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sehingga sumur bor mulai dimanfaatkan sebagai sumber air alternatif di dekat titik rawan kebakaran.
Pemadaman karhutla di Sambas melibatkan tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta masyarakat setempat. Namun, menyusutnya sejumlah sumber air akibat musim kemarau menjadi kendala bagi petugas, terutama untuk memenuhi kebutuhan air saat pemadaman dan pembasahan lahan. Komandan Kodim 1208 Sambas Letkol Inf Dwiyanto Kusumo mengatakan seluruh unsur terkait terus bekerja sama dalam menangani karhutla di wilayah tersebut.
"Kami dari Kodim 1208 Sambas beserta stakeholder terkait, mulai dari TNI, Polri, Manggala Agni, MPA, serta seluruh masyarakat, bahu-membahu bekerja sama untuk memadamkan api di wilayah Kabupaten Sambas," kata Dwiyanto.
Untuk mengatasi keterbatasan sumber air, TNI AD membuat sejumlah sumur bor di wilayah yang dinilai rawan karhutla. Keberadaan sumur tersebut diharapkan dapat memperdekat akses air bagi petugas, sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada sumber air permukaan yang mulai menipis. Dwiyanto mengatakan pembuatan sumur bor dilakukan karena petugas mengalami kesulitan mendapatkan sumber air untuk mendukung proses pemadaman.
"Selain itu juga TNI AD membuat beberapa sumur bor di mana kami sangat kesulitan untuk melaksanakan pemadaman diakibatkan musim kemarau yang membuat kering beberapa sumber air," ujarnya.
Air dari sumur bor juga dapat dimanfaatkan untuk membasahi lahan guna mengurangi potensi munculnya kembali titik api, terutama di wilayah yang memiliki risiko kebakaran.
Selain pemadaman, upaya pencegahan dilakukan melalui sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Edukasi tersebut dilakukan bersama pemerintah daerah dan unsur terkait untuk menekan risiko karhutla selama kondisi kering masih berlangsung.
"Untuk melakukan pencegahan, kami juga melaksanakan sosialisasi yang dilakukan oleh tim dari Mabes TNI bekerja sama dengan seluruh pemerintah daerah untuk melaksanakan penghimbauan agar masyarakat tidak melakukan pembakaran," tutur Dwiyanto.
Upaya pemadaman sekaligus pencegahan terus diperkuat mengingat kondisi kemarau masih meningkatkan risiko karhutla di sejumlah wilayah Kabupaten Sambas. Keberadaan sumur bor diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air sekaligus mempercepat penanganan ketika kebakaran kembali terjadi.