Aktivitas Gunung Anak Krakatau Menurun, Kepala PVMBG: Tidak Ada Potensi Tsunami

8 September 2026 17:18

Jakarta: Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mulai menunjukkan penurunan setelah sempat mengalami fase erupsi menerus pada 4 hingga 6 September 2026. Kepala Badan Geologi PVMBG Kementerian ESDM, Lana Saria, mengonfirmasi bahwa gunung api aktif tersebut kini telah kembali ke erupsi tipe Strombolian, dan tidak menunjukkan adanya tanda-tanda potensi tsunami.

“Kami tidak melihat adanya keruntuhan dinding tubuh gunung. Data dari BMKG juga mengonfirmasi tidak ada perubahan muka air laut secara signifikan. Artinya, tidak ada potensi tsunami," ucap Lana dalam tayangan Breaking News Metro TV, Selasa 8 September 2026. 

Meski demikian, pihak PVMBG menegaskan bahwa kondisi saat ini belum bisa dikategorikan tenang sepenuhnya. Potensi erupsi susulan masih tetap ada sehingga masyarakat diimbau untuk tidak lengah.

"Erupsi menerus yang terjadi pada kurun waktu 4-6 September telah berakhir. Saat ini kembali ke tipe Strombolian dengan beberapa kali european berdurasi pendek. Aktivitasnya mengalami penurunan, tetapi potensi erupsi berikutnya masih ada," ujar Lana.

Tidak Ada Potensi Tsunami 

Lana menjelaskan bahwa erupsi yang terjadi pada awal September 2026 ini sangat berbeda dengan tragedi mematikan pada Desember 2018 lalu. Pada 2018, tsunami tercipta akibat adanya lereng tubuh gunung yang runtuh dan longsor ke dalam laut.

“Jadi apa yang terjadi saat ini berbeda dengan kejadian di Desember 2018, di mana pada kejadian 2018 itu ada sebagian tubuh dari Gunung Krakatau yang runtuh dan masuk ke laut sehingga itu memicu menyebabkan adanya tsunami. Di kejadian tahun ini di September 2026 khususnya di tanggal 4 sampai dengan 6 September kita tidak melihat adanya keruntuhan dari dinding,” ungkapnya. 

Terkait dengan ancaman abu vulkanik yang sempat mengganggu lalu lintas penerbangan di Pulau Jawa dan Sumatra, kondisi saat ini dilaporkan jauh lebih aman. Mengingat durasi letusan saat ini relatif singkat, penyebaran abu vulkanik tidak seluas hari-hari sebelumnya. PVMBG terus berkoordinasi dengan pihak Volcano Observatory Notice for Aviation (VONA) dan Kementerian Perhubungan untuk memastikan keamanan ruang udara.

Status Tetap Level 3 (Siaga)

Hingga saat ini, PVMBG masih mempertahankan status Gunung Anak Krakatau pada Level 3 (Siaga). Lana mengungkapkan bahwa penetapan level status tidak terikat oleh jangka waktu tertentu, melainkan berdasarkan evaluasi berkala terhadap multiparameter, mulai dari kegempaan, deformasi, hingga emisi gas.

Penetapan status tidak dinaikkan ke Level 4 (Awas) karena lokasi Gunung Anak Krakatau berada di tengah laut dan relatif jauh dari pemukiman penduduk, sehingga tidak mengancam nyawa secara langsung.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak hanya mengandalkan sirene atau peringatan di ponsel, tetapi juga memahami jalur evakuasi dan zona aman yang telah ditentukan. Pemantauan intensif selama 24 jam terus kami lakukan demi keselamatan bersama," pungkas Lana.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X