Krisis Minyak Dunia, Mesir Terapkan Jam Malam untuk Hemat Energi

30 March 2026 17:17

Kairo: Di tengah krisis minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah, Pemerintah Mesir resmi menerapkan aturan jam malam bagi sejumlah sektor bisnis sebagai upaya penghematan energi. 

Aturan ini mulai diberlakukan pada Sabtu, 28 Maret 2026, kemarin. Sejumlah sektor bisnis seperti toko, restoran, pusat perbelanjaan, hingga kafe di Mesir dibatasi jam operasionalnya hanya sampai pukul 21.00 waktu setempat. 

Aturan pembatasan jam operasional akan diberlakukan selama satu bulan ke depan. Kebijakan ini merupakan bentuk respons keras Pemerintah Mesir atas dampak yang ditimbulkan akibat perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.

Sebelum memberlakukan jam malam, Pemerintah Mesir juga telah menaikkan harga bahan bakar dan LPG untuk menekan peningkatan beban subsidi.
 

Baca Juga: Konflik Timur Tengah Memanas, Pakistan dan Mesir Minta Semua Pihak Menahan Diri

Meski tidak terlibat di dalamnya, perang ini cukup memberikan dampak hebat bagi perekonomian Mesir akibat penutupan jalur perdagangan di Selat Hormuz. Penutupan jalur tersebut membuat harga energi di negara tersebut ikut melonjak tajam. 

Perdana Menteri Mesir Mostafa Madbouly menyatakan, tagihan minyak negara melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi USD 2,5 miliar. Hal ini terjadi akibat tingginya ketergantungan Mesir pada impor bensin dan diesel untuk menjalankan pembangkit listrik nasional.

Kini warga Kairo, Mesir, harus bisa menyesuaikan diri dengan kota yang lebih gelap dan sepi demi menjaga ketahanan energi nasional.

(Alfiah Ziha Rahmatul Laili)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)