.,

Presiden Prabowo Ajak Masyarakat Budayakan Kritik Sehat, Bukan Fitnah

6 January 2026 12:43

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya persatuan dan budaya saling mengkritik secara sehat dalam pidatonya pada Perayaan Natal Nasional, di Tenis Indoor Senayan, Jakarta, Senin, 5 Januari 2026. Prabowo mengingatkan bahwa kritik dan koreksi adalah bagian penting dalam demokrasi, bukan membenarkan praktik fitnah yang disebutnya dapat memecah belah bangsa.

Prabowo menekankan bahwa semua agama melarang kebohongan dan fitnah. Ia mencontohkan ajaran Islam yang menyebut fitnah lebih kejam dari pembunuhan. Menurutnya, kebohongan yang memicu kecurigaan, kebencian, dan perpecahan dapat merusak hidup bangsa.

Dalam pidatonya, Prabowo juga menuturkan bahwa kritik sejatinya dapat menjadi bentuk perlindungan. Ia menggambarkan kritik sebagai tindakan 'mengamankan' seperti saat ajudan menegurnya karena atribut yang tidak lengkap saat masih bertugas di TNI. Koreksi kecil justru menyelamatkan pemimpin dari kesalahan.


“Kalau kritik malah kita harus bersyukur. Kalau saya dikoreksi, saya menganggap bahwa saya dibantu, saya diamankan. Kadang-kadang kita tidak suka dikritik, kita tidak suka dikoreksi, tapi sesungguhnya itu mengamankan,” ujar Prabowo, dalam program Live Event Metro TV, Selasa, 6 Januari 2026.

Menanggapi tudingan tentang penghidupan kembali militerisme, ia menyebut hal tersebut justru mendorongnya untuk melakukan pengecekan bersama para ahli. “Kita memiliki masa depan yang bagus walaupun ada kelompok nyinyir, kan? Enggak apa-apa. Kita akan bekerja dengan bukti, bukan janji saja,” tegasnya.

Selain itu, Prabowo juga menyinggung komitmen lamanya terkait swasembada pangan. Ia menyatakan bahwa sejak masih di Partai Golkar, dirinya sudah menyerukan pentingnya hal tersebut. Kini, Prabowo pun menegaskan swasembada pangan menjadi fokus utama pemerintahannya.


(Nada Nisrina)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Gervin Nathaniel Purba)