Madinah: Tahapan pemulangan jemaah haji Indonesia gelombang kedua dari Madinah mulai dilakukan. Salah satu proses yang kini berjalan adalah penimbangan koper bagasi jemaah sebelum diberangkatkan ke Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah.
Penimbangan dilakukan dua hari sebelum jadwal kepulangan sebagai bagian dari prosedur operasional yang telah ditetapkan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Langkah ini bertujuan memastikan seluruh bagasi jemaah memenuhi ketentuan maskapai sekaligus memperlancar proses keberangkatan menuju Tanah Air.
Ketua Daerah Kerja Madinah PPIH Arab Saudi, Khalilurrahman, mengatakan proses penimbangan menjadi tahapan penting untuk memastikan koper jemaah tidak melebihi batas yang telah ditentukan.
"Penimbangan ini merupakan SOP yang kami terapkan. Dua hari sebelum jemaah dipulangkan ke Tanah Air, koper bagasi akan ditimbang untuk memastikan tidak ada yang melebihi ketentuan dan tidak ada barang-barang terlarang yang dibawa dalam koper bagasi jemaah haji Indonesia," ujar Khalilurrahman.
Sesuai aturan maskapai, setiap koper bagasi jemaah memiliki batas maksimal berat 32 kilogram. Dari hasil pemeriksaan di sejumlah hotel jemaah di Madinah, masih ditemukan beberapa koper yang melebihi batas tersebut, meski selisihnya relatif kecil.
"Sesuai ketentuan maskapai, koper jemaah tidak boleh melebihi 32 kilogram. Dari hasil pengecekan kami, ada beberapa koper yang beratnya mencapai 33 kilogram. Jika melebihi ketentuan, kami meminta jemaah untuk mengurangi isi koper agar sesuai aturan," jelasnya.
Setelah ditimbang, setiap koper diberi label yang mencantumkan informasi berat bagasi. Koper kemudian diangkut menggunakan truk menuju Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz untuk menjalani pemeriksaan lanjutan melalui mesin pemindai atau X-ray.
Menurut Khalilurrahman, kepatuhan terhadap ketentuan bagasi juga berkaitan dengan aspek keselamatan penerbangan. Karena itu, petugas terus memberikan pendampingan kepada jemaah agar proses pemulangan dapat berjalan lancar.
"Kami ingin memastikan keberangkatan jemaah berjalan aman dan nyaman. Pengaturan berat bagasi ini juga penting untuk mendukung keselamatan penerbangan yang akan membawa jemaah kembali ke Indonesia," katanya.
Proses penimbangan koper menjadi salah satu rangkaian akhir perjalanan
ibadah haji sebelum para jemaah kembali ke daerah asal masing-masing. Dengan pemeriksaan yang dilakukan lebih awal, diharapkan proses keberangkatan dari Madinah dapat berlangsung tertib dan sesuai ketentuan penerbangan internasional.