Di balik posisinya sebagai wilayah terluar Indonesia, masyarakat Kepulauan Meranti di Riau harus berhadapan dengan ancaman abrasi. Gelombang laut terus menggerus pesisir, bahkan mengancam wilayah tangkapan nelayan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian tim Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau yang turun langsung menemui warga di pulau terluar.
Perjalanan menuju wilayah terluar Kepulauan Meranti dimulai dari Markas Polres Kepulauan Meranti. Tim Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau bersama komunitas pengendara sepeda motor bergerak menuju Desa Tanah Merah, Kecamatan Rangsang Pesisir.
Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Polda Riau, Kombes Pol Andi Yul memimpin rombongan. Setelah menempuh perjalanan darat, rombongan kemudian melanjutkan perjalanan dengan kapal untuk menjangkau wilayah pulau.
Tim menyusuri pesisir yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka dan berbatasan dengan Malaysia. Kedatangan rombongan Polda Riau dan Polres Kepulauan Meranti disambut warga dengan tradisi pencak silat Melayu.
Di balik sambutan ini, warga kemudian menyampaikan kekhawatiran mereka. Abrasi terus menggerus Pulau Rangsang dan perlahan mengubah garis pesisir yang menjadi tempat warga menggantungkan hidup.
Para
nelayan juga mengeluhkan hasil tangkapan ikan yang terus berkurang. Mereka menyebut wilayah tangkapan di pesisir Beting Limau, perairan Selat Malaka, kini tidak seproduktif sebelumnya.
Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Gede Prasetya Adi Sasmita menyebut, Ekspedisi Merah Putih Presisi hadir untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat, termasuk menyerap keluhan warga terkait kerusakan lingkungan di wilayah pesisir.
“Meranti ataupun Rangsang Pesisir ini hampir seluruhnya merupakan terbentuk dari fluviomarin yang merupakan tanah gambut dan juga yang terbentuk dari endapan lumpur, sehingga menambah potensi dan juga kerawanan terhadap ancaman abrasi dan juga kebakaran hutan dan lahan. Maka itu, kenapa kami memilih Tanah Merah, Desa Tanah Merah, Kecamatan Rangsang Pesisir sebagai titik pelaksanaan daripada Ekspedisi Merah Putih Presisi tahun 2026. Harapan untuk ke depannya terhadap kegiatan Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau ini bisa dilaksanakan setiap tahun karena sangat berdampak dan berasa di masyarakat.” ucap Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Gede Prasetya Adi Sasmita, dikutip dari tayangan
Headline News Metro TV, Senin, 10 Agustus 2026.
Sebagai langkah awal, Polda Riau menyerahkan 2.100 bibit
mangrove kepada masyarakat. Bibit ini akan ditanam di sejumlah titik pesisir untuk memperkuat garis pantai dan menahan laju abrasi yang terus mengancam pulau terluar.