Jakarta: Paskah merupakan perayaan untuk memperingati kebangkitan Yesus Kristus dari kematian pada hari ketiga setelah penyaliban-Nya. Peristiwa ini menjadi dasar utama keyakinan Kristen dan dimaknai sebagai kemenangan atas dosa dan kematian.
Makna Penting Perayaan Paskah
Melansir laman
Undira, terdapat sejumlah makna penting dalam perayaan Paskah, antara lain:
- Kebangkitan Kristus: Menjadi inti dari keyakinan Kristen, bahwa Yesus bangkit dari kematian.
- Penebusan dosa: Pengorbanan Yesus di kayu salib dipandang sebagai tebusan bagi dosa manusia.
- Harapan baru: Kebangkitan Yesus menjanjikan kehidupan kekal serta kesempatan untuk memulai hidup yang baru.
- Kemenangan atas maut: Paskah menegaskan bahwa kematian bukanlah akhir, melainkan awal kehidupan bersama Allah.
Penentuan Waktu dan Masa Perayaan
Berbeda dengan
hari raya lainnya, tanggal Paskah bersifat dinamis. Perayaan ini jatuh pada hari Minggu pertama setelah bulan purnama pasca-ekuinoks musim semi. Secara etimologi, istilah “Easter” diyakini berasal dari Eostre, dewi kesuburan Anglo-Saxon yang melambangkan fajar dan kehidupan baru.
Dilansir dari Saint Peter Catholic Church, masa Paskah berlangsung selama 50 hari dan ditutup dengan perayaan Pentakosta. Durasi ini lebih panjang dibandingkan masa Prapaskah dalam beberapa aspek, sehingga memberi kesempatan bagi umat Kristen untuk merayakan kebangkitan Yesus Kristus secara lebih mendalam.
Fakta Menarik Seputar Paskah
Melansir dari laman
Worldtranslation, Paskah tidak hanya identik dengan ibadah, tetapi juga kaya akan tradisi unik yang telah berkembang selama berabad-abad.
1. Filosofi Telur
Telur Paskah melambangkan kehidupan baru. Tradisi Pysanka, yaitu seni melukis telur yang rumit, berasal dari Ukraina dan dilakukan menggunakan lilin serta pewarna sebagai simbol penghormatan terhadap kehidupan dan kesuburan.
2. Kelinci Paskah
Tradisi kelinci Paskah berasal dari legenda Jerman abad ke-17 tentang Oschter Haws. Kelinci menjadi simbol kesuburan dan dikisahkan membawa telur berwarna-warni atau cokelat bagi anak-anak yang berperilaku baik.
3. Larangan Menari di Jerman pada Jumat Agung
Di sebagian wilayah Jerman, terdapat larangan menari di tempat umum pada Jumat Agung. Hari tersebut dimaknai sebagai waktu hening untuk menghormati pengorbanan Yesus Kristus.
4. Roti Pretzel
Bentuk lengkungan pretzel awalnya diciptakan menyerupai tangan yang sedang berdoa. Dalam tradisi Jerman, pretzel dan telur rebus menjadi hidangan khas pada Jumat Agung sebagai pengganti daging, terutama hingga pertengahan abad ke-20.
Jangan lupa saksikan
MTVN Lens lainnya hnya di
Metrotvnews.com.
(Jessica Nur Faddilah)