Pesan Waisak 2570 BE/2026: Lama Karma Konchong Serukan Umat Menjadi Pembawa Damai

28 May 2026 19:53

Peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 BE/2026 menjadi momentum krusial bagi seluruh umat manusia untuk merefleksikan kembali pentingnya kebijaksanaan dan perdamaian. Hal tersebut disampaikan secara khidmat oleh Lama Karma Konchong dalam pesan spiritual Waisak untuk Metro TV.

Mengawali pesannya dengan lantunan doa dan salam Tashi Delek, Lama Karma Konchong mengingatkan bahwa pada hakikatnya, seluruh makhluk hidup di dunia ini mendambakan kebahagiaan dan kedamaian. Dalam ajaran Buddha, penderitaan dan konflik di dunia berawal dari ketidaktahuan (avidya), ego, dan keserakahan. Sifat-sifat inilah yang memicu manusia untuk saling bertengkar, berselisih, hingga mengobarkan peperangan.

Lama Karma Konchong menegaskan bahwa inti dari seluruh ajaran para Buddha adalah untuk selalu menyucikan pikiran, berpikir positif, menghindari kejahatan, dan terus menambah kebajikan.

"Ini tidak mudah, tapi kalau kita belajar dan berlatih setiap hari, setiap saat, maka pelan-pelan kita akan merasakan kedamaian dan semakin bahagia. Bebas dari ketakutan dan kekhawatiran," tutur Lama Karma Konchong.


Ia juga mengajak umat untuk senantiasa berdoa kepada Buddha dan Bodhisattva, memohon kekuatan batin agar tidak mudah terprovokasi oleh hal-hal yang memicu permusuhan.

Empat Pemikiran Tanpa Batas

Sebagai landasan untuk mencapai kedamaian batin dan kebijaksanaan, Lama Karma Konchong membagikan Empat Pemikiran Tanpa Batas (Brahmavihara) yang harus direnungkan dan dipraktikkan oleh umat setiap saat:
  1. Semoga semua makhluk berbahagia dan memiliki sebab-sebab kebahagiaan.
  2. Semoga semua makhluk bebas dari penderitaan dan bebas dari sebab-sebab penderitaan.
  3. Semoga semua makhluk berbahagia tanpa penderitaan dan tanpa sebab-sebab penderitaan.
  4. Semoga semua makhluk hidup dalam keseimbangan batin, bebas dari keserakahan dan kebencian.
Menutup pesan Waisaknya, Lama Karma Konchong menekankan nilai universalitas dalam ajaran Buddha. Ia menegaskan bahwa Buddha tidak pernah mendirikan agama yang eksklusif hanya untuk satu bangsa atau kelompok tertentu. Dharma hadir untuk menyinari semua makhluk.

(Sofia Zakiah)