Meksiko Mencekam, Nasib Piala Dunia 2026 Terancam?

25 February 2026 22:58

Nasib Meksiko sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026 sempat dipertanyakan menyusul meningkatnya gelombang kekerasan yang didalangi oleh kartel narkoba. Meski demikian, Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, menegaskan bahwa negaranya siap menjamin keamanan penuh selama penyelenggaraan turnamen bergengsi tersebut.

Kekhawatiran publik global mencuat setelah tewasnya buronan utama sekaligus pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG), Nemesio Oseguera Cervantes alias "El Mencho". Gembong narkoba tersebut tewas dalam sebuah operasi militer pada akhir pekan lalu, yang kemudian memicu kerusuhan dan kekacauan dari para anggota kartel di sejumlah wilayah.

Operasi militer yang menewaskan El Mencho diketahui terjadi sekitar 130 kilometer dari ibu kota Negara Bagian Jalisco, yakni Guadalajara. Kota ini merupakan salah satu venue krusial yang dijadwalkan menjadi tuan rumah bagi empat pertandingan fase grup Piala Dunia 2026.

Sebagai informasi, Meksiko berbagi jatah tuan rumah perhelatan akbar ini bersama Amerika Serikat dan Kanada. Pada turnamen yang akan resmi dimulai pada 11 Juni 2026 mendatang tersebut, Meksiko mendapat mandat untuk menggelar 13 dari total 104 pertandingan.

Selain Guadalajara, laga-laga tersebut juga akan diselenggarakan di dua kota besar lainnya, yakni Mexico City dan Monterrey. Beruntungnya, otoritas setempat melaporkan bahwa wilayah Mexico City dan Monterrey sama sekali tidak terdampak oleh kerusuhan pascatewasnya sang gembong narkoba.

Jaminan Keamanan dari Pemerintah dan FIFA

Menanggapi situasi yang memanas di wilayah Jalisco, Presiden Claudia Sheinbaum langsung meredam kekhawatiran internasional. Ia memastikan bahwa eskalasi di lapangan sudah berangsur kondusif dan terkendali.

"Hal terpenting saat ini adalah menjamin perdamaian dan keamanan seluruh penduduk, seluruh Meksiko. Dan itu sedang dilakukan. Hari ini, ada lebih banyak ketenangan," kata Claudia.

Senada dengan pernyataan Presiden, Gubernur Jalisco, Pablo Lemus, menyatakan bahwa hingga saat ini tidak ada instruksi atau rencana penghapusan lokasi pertandingan di wilayahnya oleh Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA). Ia memastikan seluruh kota tuan rumah tetap bersiap sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Di sisi lain, pihak FIFA memastikan bahwa mereka tidak tinggal diam. Otoritas tertinggi sepak bola dunia tersebut akan terus memantau situasi keamanan secara ketat dan berkoordinasi intensif dengan pemerintah setempat demi memastikan kondisi benar-benar aman menjelang turnamen bergulir.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)