19 January 2026 14:25
Pascahilang kontak pada Sabtu, 17 Januari 2026, serpihan pesawat ATR 42-500 mulai ditemukan. Penemuan serpihan tersebut membuat Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) bisa melakukan investigasi untuk bisa mengetahui kira-kira apa penyebab pesawat tersebut hilang kontak.
Insiden hilang kontak menyebabkan terjadinya ledakan dan juga kerusakan struktur pesawat yang ditandai dengan ditemukannya serpihan di sekitar lokasi kejadian. Serpiahn ditemukan kemarin Minggu, 19 Januari 2026 dan tersebar di tiga lokasi berbeda. Tim SAR menemukan badan pesawat, ekor pesawat, dan juga jendela dari pesawat.
Hasil investigasi memastikan bahwa insiden terjadi secara tidak sengaja dan oleh karena itu dikategorikan sebagai tindakan yang operasional terjadi dalam kondisi pesawat masih responsif terhadap input kendali.