23 September 2026 18:21
Sampit: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, kian mengkhawatirkan dan mulai mengancam fasilitas pendidikan. Lidah api dari lahan yang terbakar dilaporkan menyambar bagian plafon bangunan SMP Negeri 8 Sampit.
Dikutip dari tayangan Metro Siang Metro TV, Rabu 23 September 2026, Meski bangunan sekolah berhasil diselamatkan dari kobaran api, dampak asap pekat yang menyelimuti lingkungan SMPN 8 Sampit membuat aktivitas belajar mengajar tidak mungkin dilanjutkan. Pihak sekolah memutuskan untuk meniadakan kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) selama tiga hari ke depan.
Insiden ini dipicu oleh embusan angin kencang yang membuat api merambat dengan sangat cepat hingga mendekati lingkungan sekolah. Petugas pemadam kebakaran yang dikerahkan ke lokasi segera berjibaku menjinakkan api. Beruntung, api berhasil dipadamkan sebelum merembet dan menghanguskan bagian bangunan lainnya.
Selain itu, dampak karhutla di Sampit juga menyebabkan kualitas udara menurun drastis. Kabut asap pekat kini menyelimuti seluruh kota, mengakibatkan jarak pandang pada pagi hari merosot hingga di bawah 150 meter.