Jakarta: Update penanganan bencana tanah longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, yang kini memasuki hari terakhir masa tanggap darurat. Longsor akibat hujan ekstrem sejak 24 Januari 2026 dipicu kondisi geologi lereng Gunung Burangrang yang labil.
Hingga kini, pencarian korban masih menghadapi tantangan cuaca dan ketebalan material longsoran, sementara pemerintah menyiapkan langkah lanjutan mulai dari evakuasi, rehabilitasi, hingga rencana relokasi warga di zona merah.
Penetapan masa tanggap darurat selama 14 hari dan berakhir pada Jumat, 6 Februari 2026.
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memastikan pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, tetap dilanjutkan secara terbatas meskipun pemerintah daerah telah menghentikan status tanggap darurat bencana.
Lokasi dan dampak longsor
Seperti diketahui, lokasi sentral longsor berada di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, atau di lereng Gunung Burangrang.
Sebanyak 80 rumah terdampak longsor, meliputi 46 rusak ringan hingga parah, sementara 34 lainnya berada di zona merah atau terancam.
Berdasarkan rilis Disaster Victim Identification (DVI) Polri per 6 Februari 2026 pukul 14.00 WIB, dari 77 kantong jenazah telah diperiksa dan sebanyak 74 korban berhasil diidentifikasi, sementara sisanya masih dalam proses identifikasi lanjutan.
Tantangan pencarian korban
Operasi pencarian melibatkan lebih dari 3.100 personel gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, relawan, serta instansi terkait lainnya dengan dukungan alat berat, ambulans, robot terbang (drone) pemantau udara, dan unit anjing pelacak (K9).
Namun, luas area longsor sekitar 15,7 hektare, kondisi tanah yang masih labil, serta faktor cuaca menjadi kendala utama dalam proses pencarian dan berisiko terhadap keselamatan personel.
Tindak lanjut bantuan pemerintah
Pemerintah telah memberikan bantuan langsung tunai sebanyak Rp10 juta per keluarga dan 25 juta untuk korban meninggal akibat longsor di Cisarua.
Sementara Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi telah berkoordinasi dengan pemerintah Bandung Barat untuk melakukan relokasi terhadap warga yang terdampak bencana.
Sebelumnya, Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa alih fungsi lahan menjadi salah satu faktor penyebab longsor yang menerjang Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua.
"Kemudian setelah itu kota akan segera relokasi dan wilayah itu akan saya hutankan dan konsep untuk bangun rumahnya sesuai dengan lingkungan, tanahnya Insya Allah kita penuhi," kata Dedi Mulyadi.
Sumber: Redaksi Metro TV