Menkop Targetkan 40 Ribu Kopdes Merah Putih Beroperasi Akhir 2026

2 July 2026 14:19

Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono, menargetkan sebanyak 40 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dapat beroperasi akhir 2026. Target tersebut mencakup penyelesaian pembangunan fisik, perekrutan manajer, hingga kesiapan model bisnis masing-masing koperasi.

 
"InsyaAllah akhir tahun ini bisa 40 ribu bangunan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih plus dengan manajernya, plus dengan model bisnis, dan studi kelayakannya sudah bisa dijalankan," ujar Ferry dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Kamis 2 Juli 2026.
 
Ferry mengatakan saat ini sekitar 14 ribu bangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah selesai dibangun. Sedangkan sekitar 23 ribu lainnya masih dalam proses pembangunan.
 
"Itu sudah 14 ribuan dan yang sedang dibangun 23 ribu," ucapnya.
 
Ia menjelaskan pemerintah kini memasuki tahap persiapan operasional koperasi. Setelah proses pembentukan badan hukum melalui Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 dan pembangunan fisik berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025, pemerintah akan menerbitkan Peraturan Presiden yang mengatur operasional koperasi, termasuk pelatihan dan penempatan manajer.
 
"Nanti rencananya akan dikeluarkan Peraturan Presiden yang akan mengatur operasionalisasi dari bangunan fisik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang sudah selesai. Plus juga dengan pelatihan perekrutan manajer-manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang sekarang sedang diselenggarakan. Nanti Agustus sudah selesai nanti langsung ditempatkan," ungkapnya.
 
Menurut Ferry, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dirancang menjadi pusat kegiatan ekonomi desa. Selain mendistribusikan barang bersubsidi, koperasi juga akan berfungsi sebagai penyerap atau offtaker hasil pertanian, perkebunan, perikanan, kerajinan, serta produk UMKM lokal.
 
"Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih menjadi offtaker, menyerap hasil produk masyarakat tanaman pangan, perkebunan, perikanan, kerajinan dan lain sebagainya. Selain itu juga menjadi instrumen agar program-program pemerintah pusat bisa turun ke bawah dengan lebih tepat sasaran," kata Ferry.
Ia menambahkan, koperasi juga akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti gudang, gerai ritel, layanan keuangan mikro, apotek dan klinik sederhana, hingga sarana logistik. Pemerintah juga akan menyediakan kendaraan operasional untuk memperlancar distribusi barang dari dan ke desa.
 
"Gerai obat dan klinik supaya kalau menurut Bapak Presiden Prabowo setidaknya ada apotek sederhana dan klinik sederhana di desa-desa," ujarnya.
 
Ferry optimistis keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dapat mendukung rantai pasok berbagai program pemerintah, termasuk penyediaan bahan pangan bagi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
 
"Nanti hasil itu bisa dijual ke dapur-dapur SPPG maupun ke tempat yang lain. Jadi supply chain-nya sangat bisa kita bangun," ujarnya.
 
Pemerintah berharap target 40 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang beroperasi pada akhir 2026 mampu menggerakkan ekonomi desa, membuka lapangan kerja, mengurangi kesenjangan antara desa dan kota, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X