Fakta Mengerikan USS Indianapolis, Kisah Hiu yang Menyerang Ratusan Pelaut-World In Minute

Willy Haryono • 26 June 2026 08:16

Jakarta: Bayangkan harus bertahan hidup di tengah lautan selama berhari-hari tanpa makanan dan air minum, sementara hiu terus berenang mengelilingi. Situasi yang terdengar seperti adegan film horor ini ternyata benar-benar terjadi. Peristiwa tersebut bahkan tercatat sebagai serangan hiu paling mematikan dalam sejarah dunia dan menjadi salah satu tragedi paling kelam pada masa Perang Dunia II.
 

 

Bermula dari Misi Rahasia Perang Dunia II

Kisah tragis ini terjadi pada tahun 1945. Saat itu, kapal perang Amerika Serikat, USS Indianapolis, baru saja menyelesaikan misi rahasia mengirim komponen bom atom yang kemudian digunakan dalam pengeboman Hiroshima, Jepang.

Setelah menyelesaikan tugasnya, kapal tersebut berlayar menuju Filipina. Namun pada 30 Juli 1945, USS Indianapolis diserang torpedo yang diluncurkan kapal selam Jepang. Serangan itu membuat kapal tenggelam hanya dalam waktu sekitar 12 menit, sehingga banyak awak kapal tidak memiliki kesempatan untuk menyelamatkan diri.

USS Indianapolis membawa sekitar 1.195 awak kapal. Dari jumlah tersebut, sekitar 300 orang tewas bersama kapal yang tenggelam.

Sementara itu, lebih dari 900 pelaut lainnya berhasil bertahan hidup, tetapi harus menghadapi kondisi yang tidak kalah mengerikan. Mereka terombang-ambing di tengah Samudra Pasifik tanpa bantuan, makanan, maupun persediaan air minum. Para korban juga harus menghadapi sengatan matahari, dehidrasi, kelelahan ekstrem, hingga halusinasi akibat kondisi fisik yang semakin memburuk.

Situasi semakin mengerikan ketika hiu mulai berdatangan ke lokasi para korban yang terapung di laut terbuka. Menurut berbagai kesaksian penyintas, hiu terus mengelilingi kelompok pelaut yang berusaha bertahan hidup. Mereka bahkan takut bergerak terlalu banyak karena khawatir menarik perhatian predator tersebut.

Para ahli memperkirakan sekitar 150 pelaut tewas akibat serangan hiu. Angka itu menjadikan tragedi USS Indianapolis sebagai insiden serangan hiu paling mematikan yang pernah tercatat dalam sejarah.

Spesies yang diduga paling banyak terlibat dalam tragedi ini adalah oceanic whitetip shark atau hiu sirip putih samudra. Hiu jenis ini dikenal hidup di perairan laut lepas dan memiliki reputasi sebagai predator yang agresif. Aroma darah, korban yang terluka, serta sisa makanan di laut diyakini menarik perhatian hiu untuk mendekati para pelaut yang terdampar.
   

Hanya 316 Orang yang Selamat

Setelah empat hari terjebak di tengah lautan, para korban akhirnya ditemukan oleh pesawat Angkatan Laut Amerika Serikat. Namun saat proses penyelamatan dilakukan, jumlah korban yang masih hidup jauh berkurang. Dari lebih dari 1.100 awak kapal yang berada di USS Indianapolis sebelum tenggelam, hanya 316 orang yang berhasil diselamatkan.

Tragedi ini kemudian dikenang sebagai salah satu bencana maritim paling tragis dalam sejarah militer Amerika Serikat.

Sobat MTVN Lens, tragedi USS Indianapolis tidak hanya menjadi bagian dari sejarah Perang Dunia II, tetapi juga menunjukkan betapa rentannya manusia ketika berhadapan dengan alam terbuka. Kombinasi antara tenggelamnya kapal, dehidrasi, cuaca ekstrem, dan ancaman hiu menciptakan salah satu kisah bertahan hidup paling mengerikan yang pernah tercatat.

Nah, lebih dari 80 tahun setelah kejadian itu, tragedi USS Indianapolis masih dikenang sebagai peristiwa yang menggambarkan betapa tipisnya batas antara hidup dan mati di tengah lautan. Bukan hanya karena serangan hiu yang mengerikan, tetapi juga karena perjuangan luar biasa para pelaut yang berusaha bertahan dalam situasi yang nyaris mustahil.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com. 

(Muhammad Fauzan)

(Zein Zahiratul Fauziyyah)


Close Ads X
Close Ads X