5 September 2026 15:35
Jakarta: Lulusan SMK masih menghadapi tantangan dalam mencari pekerjaan karena banyak lowongan mensyaratkan pengalaman kerja. Kondisi tersebut membuat fresh graduate seperti Aris Maunwi Prasetyo harus membekali diri dengan berbagai sertifikasi untuk meningkatkan peluang diterima perusahaan.
Aris merupakan lulusan SMK Negeri 52 Jakarta jurusan Teknik Permesinan tahun 2025. Pemuda kelahiran 2007 itu mengaku minim pengalaman kerja setelah lulus.
Aris kemudian mengikuti berbagai pelatihan dan mengumpulkan sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Ia memiliki sertifikasi di bidang AC sentral dan elektronika industri, serta mempelajari desain grafis untuk menambah keterampilannya.
Upaya tersebut dilakukan Aris agar keahliannya dapat dilirik perusahaan. Namun, penolakan demi penolakan sempat membuatnya merasa rendah diri, terutama ketika melihat teman-teman seusianya sudah mulai bekerja.
Aris juga menghadapi anggapan bahwa mencari pekerjaan saat ini membutuhkan pendidikan minimal Diploma 3, koneksi orang dalam, hingga uang.
Meski demikian, Aris tidak menyerah. Dalam acara Jakarta Job Fair di Balai Prajurit Ragunan, ia kembali mencoba berbagai peluang kerja, mulai dari posisi di sektor ritel hingga teknisi di sejumlah perusahaan.
Aris berharap perusahaan tidak hanya menjadikan pengalaman kerja sebagai syarat utama bagi pelamar fresh graduate, khususnya lulusan SMK.
"Dicoba buat orang-orang yang fresh graduate dites skill mereka supaya tahu hasil dari anak-anak SMK ini sehebat apa," kata Aris dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Sabtu 5 September 2026.
Ia juga berharap semakin banyak lowongan yang sesuai dengan kompetensi lulusan SMK, terutama bidang teknik mesin dan HVAC.
"Lebih diperbanyak lagi lowongan-lowongan ke teknik mesin atau bagian AC," ujarnya.