9 Orang Ditemukan Tewas Akibat Longsor Cisarua Bandung, 81 Masih Dicari

24 January 2026 20:28

Bencana longsor dahsyat melanda kawasan lereng Gunung Burangrang, tepatnya di Desa Pasir Langu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Hingga Sabtu 24 Januari 2026 sore, tim SAR gabungan melaporkan sembilan orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara puluhan lainnya masih dinyatakan hilang.

Longsor yang terjadi pada Sabtu dini hari tersebut dipicu oleh hujan deras dan kondisi tanah yang labil. Dua wilayah yang terdampak paling parah adalah Dusun Pasir Kuning dan Dusun Pasir Kuda. Sebanyak 30 unit rumah warga dilaporkan tertimbun material tanah dan lumpur setebal lima meter.

Salah seorang korban selamat, Rita menceritakan momen mencekam saat bencana terjadi. Menurutnya, longsor diawali dengan suara gemuruh yang sangat keras dari arah gunung sebelum material tanah menghantam pemukiman warga secara tiba-tiba.

"Saya kira suara angin, tapi tahu-tahu suaranya seperti menggeleger. Rumah saya langsung tertutup rata dengan tanah," ujar Rita.

Sembilan Orang Ditemukan Tewas, 81 Masih Hilang

Sampai saat ini, sebanyak 9 orang ditemukan meninggal dunia dan telah dievakuasi ke ambulans untuk identifikasi. Sementara 23 orang lainnya berhasil dievakuasi dalam kondisi luka-luka dan trauma.

Petugas mengungkapkan sekitar 81 orang masih dalam pencarian, dengan sebagian besar diperkirakan tertimbun longsoran. Selain itu, sekitar 400 warga yang terdampak bencana telah dievakuasi ke Kantor Desa Pasir Langu, yang menjadi posko pengungsian sementara. 

Kepala Basarnas Bandung menyatakan bahwa area longsoran mencapai panjang 3 kilometer dengan lebar 100 meter. Hal ini menyulitkan tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, dan relawan dalam melakukan pencarian.
 
Baca juga: Profil Desa Pasirlangu, Desa Terdampak Longsor di Bandung Barat

Proses evakuasi terpaksa dihentikan sementara pada pukul 17.00 WIB karena hujan yang mulai turun, yang dikhawatirkan memicu longsor susulan. Selain itu, akses menuju titik lokasi sangat sulit ditembus oleh alat berat, sehingga petugas terpaksa menggunakan peralatan manual seperti cangkul dan sekop.

Sejumlah pejabat daerah, termasuk Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Kapolda Jawa Barat, dan Pangdam III Siliwangi, telah meninjau lokasi untuk memastikan penanganan darurat berjalan maksimal.

Pencarian korban direncanakan akan dilanjutkan kembali pada esok pagi mulai pukul 07.00 WIB dengan fokus pada titik-titik reruntuhan bangunan yang diduga menjadi lokasi para korban tertimbun. Warga diimbau untuk tetap waspada karena struktur tanah di sekitar lereng Gunung Burangrang masih sangat labil.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)