Hujan 6 Jam Redakan Kabut Asap, Aktivitas Sekolah di Palembang Kembali Normal

27 October 2026 08:58

Kualitas udara di Kota Palembang, Sumatra Selatan, membaik secara signifikan setelah diguyur hujan deras selama lebih dari enam jam pada Senin, 26 Oktober 2026. Pada Selasa, 27 Oktober 2026 pagi, langit tampak cerah dan kabut asap pekat yang sebelumnya menyelimuti kota telah menghilang.

Dikutip dalam laporan Jurnalis Metro TV, Emir Hamzah dari tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Selasa, 27 Oktober 2026, membaiknya kualitas udara membuat aktivitas masyarakat kembali berjalan normal. Para siswa di Palembang yang sebelumnya terdampak kabut asap kini telah kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah.

Meski kondisi udara perkotaan membaik, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatra Selatan belum sepenuhnya usai. Data dari sistem pemantauan SiPongi mencatat adanya kenaikan titik panas (hotspot) di Sumatra Selatan, yakni dari 73 titik menjadi 116 titik. Titik panas tersebut tersebar di sejumlah wilayah, antara lain Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Banyuasin, dan Musi Banyuasin.
 


Untuk mengantisipasi titik panas berkembang menjadi titik api (firespot), petugas Satgas Karhutla rutin melakukan pengecekan langsung di lapangan (ground check) dan pemantauan udara menggunakan pesawat nirawak (drone).

Selain pemantauan lapangan, Satgas Karhutla Udara tetap bersiaga menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) serta penyemaian es kering (dry ice). Operasi ini didukung armada TNI Angkatan Udara berupa pesawat Hercules C-130 dan CASA C-212 dari Lanud Abdulrachman Saleh Malang, serta pesawat Caravan milik BNPB.

Sebanyak 8,4 ton natrium klorida (garam semai/NaCl) disiapkan untuk penyemaian awan di ketinggian 8 ribu hingga 10 ribu kaki. Selain itu, sekitar 800 kilogram es kering turut disiagakan untuk mengurai kepekatan asap. Kepastian pelaksanaan dan sasaran penerbangan operasi udara tersebut tetap bergantung pada hasil taklimat harian tim Satgas di Lanud Sri Mulyono Herlambang, Palembang.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X