Perubahan Cuaca, Waspada Bencana

8 November 2026 21:39

Musim kemarau panjang mulai berganti. Curah hujan tinggi yang menandai masa transisi cuaca (pancaroba) memicu rentetan bencana hidrometeorologi di sejumlah daerah. Meski membawa petaka berupa banjir dan longsor, turunnya hujan sekaligus menjadi berkah bagi wilayah yang berbulan-bulan dikepung asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Di Lumajang, Jawa Timur, hujan intensitas tinggi memicu banjir lahar dingin dari Gunung Semeru. Debit air yang melonjak menjebol tanggul sungai, merusak tiga rumah warga, dan memutus akses jalan hingga mengisolasi ratusan kepala keluarga. Beruntung, sistem peringatan dini berfungsi optimal sehingga warga segera dievakuasi dan tidak ada korban jiwa.

Bencana juga terjadi di Kabupaten Badung, Bali. Hujan deras memicu tanah longsor yang menimbun satu unit penginapan berisi dua pengunjung di kawasan wisata Eco Park Plaga Glamping. Tim SAR Denpasar menerjunkan sembilan personel untuk mengevakuasi korban secara hati-hati menggunakan semprotan air guna mencegah longsor susulan.
 



Sementara itu, cuaca ekstrem melumpuhkan lima kecamatan di Aceh Barat dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter. Derasnya arus banjir merendam ratusan rumah dan memutus jembatan gantung penghubung Desa Kajeng dan Desa Tungkop di Kecamatan Sungai Mas, sehingga warga terpaksa mengungsi ke dataran tinggi. Di sisi lain, banjir yang sempat merendam 16 desa di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, dilaporkan telah surut dan warga berangsur pulang ke rumah masing-masing.

Di tengah kabar duka, hujan membawa angin segar bagi wilayah Kalimantan Tengah. Guyuran hujan di Sampit sukses menyapu kabut asap pekat imbas karhutla dan menurunkan titik panas secara drastis hingga tersisa 43 titik. Meski asap mulai menghilang, kualitas udara di Palangka Raya masih tercatat dalam kategori sangat tidak sehat, sehingga tim relawan terus disiagakan untuk mendinginkan lahan.

Merespons dinamika cuaca ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk waspada. Prakirawan Cuaca BMKG, M. Hakiki, mengingatkan adanya potensi hujan lebat durasi singkat yang disertai petir dan angin kencang. Potensi banjir dan cuaca ekstrem ini mengintai wilayah Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, hingga kawasan Bogor dan Depok.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X