Iran Luncurkan Gelombang ke-30 Rudal ke Markas Militer AS dan Israel

10 March 2026 00:13

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) kembali meluncurkan serangan udara gelombang ke-30 yang menargetkan sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat dan Israel pada malam ke-19 bulan Ramadan. Aksi ini diklaim sebagai balasan atas agresi militer kedua negara tersebut yang dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.000 warga Republik Islam Iran.

Dalam operasi bersandi True Promise 4 ini, Iran mengerahkan rudal generasi terbaru. Jenis rudal yang diluncurkan meliputi Khorramshahr, Emad, Ghadr, hingga Kheibar Shekan yang memiliki jangkauan hingga 1.450 kilometer.

Teknologi rudal tersebut dilaporkan membawa hulu ledak seberat 700 kilogram hingga 1 ton dengan kemampuan manuver tinggi untuk menghindari sistem intersepsi. Sebagian rudal bahkan dilengkapi dengan hulu ledak majemuk (MIRV) yang mampu membawa 10 hingga 20 unit peledak sekaligus untuk menghantam target secara presisi.

Dampak dari serangan masif ini mengakibatkan wilayah Tel Aviv mengalami pemadaman listrik total hingga gelap gulita di tengah dentuman ledakan. Sirine peringatan bahaya terus meraung di berbagai wilayah pendudukan seperti Ashdod, Rishon LeZion, hingga Petah Tikva saat rudal-rudal tersebut memasuki ruang udara.

IRGC mengungkapkan bahwa pada gelombang sebelumnya, sedikitnya 16 titik strategis di pusat militer lawan berhasil dihantam dengan tingkat keberhasilan yang tinggi. Penempatan markas militer di tengah pusat kota pun kini menuai kritik tajam dari para pemukim karena dianggap membahayakan keselamatan sipil.

Situasi yang semakin memanas memicu eksodus besar-besaran di mana para pemukim asal Amerika Serikat dan Eropa mulai melarikan diri melalui Bandara Ben Gurion. Mereka dilaporkan memilih untuk kembali ke negara asal masing-masing guna menghindari dampak lebih lanjut dari rangkaian serangan balasan Iran.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)