Jakarta: Era baru sepak bola Indonesia dimulai setelah PSSI menunjuk John Herdman menjadi juru taktik timnas Merah Putih. Pelatih asal Inggris tersebut bukan sekedar juru taktik biasa.
Ia dikenal mampu mengubah budaya sepak bola sebuah negara dan membawa tim underdog terbang tinggi ke panggung dunia.
Herdman dikontrak dengan skema 2+2 atau dua tahun dengan opsi perpanjangan dua tahun. Di Indonesia, ia juga akan memimpin timnas U-23 Indonesia. Herdman menerima gaji sekitar Rp670 juta per bulan.
Rekam jejak karier John Herdman
Pelatih berusia 50 tahun itu mengantarkan tim putri Kanada meraih medali emas Pan American Games 2011, medali perunggu Olimpiade London 2012 dan Rio 2016, serta menembus peringkat keempat Piala Dunia Putri 2015. Tak cuma itu, pada 2018, timnas putri Kanada di bawah kendalinya mencapai peringkat FIFA dunia tertinggi yakni di posisi keempat.
Untuk tim putra, Herdman membawa Alphonso Davies dan kawan-kawan kembali bermain di Piala Dunia pada edisi 2022 setelah sebelumnya 36 tahun absen. Pada eranya, Kanada juga tercatat mencapai peringkat FIFA tertinggi sepanjang sejarah di posisi ke-32 pada Februari 2022.
Sebelum bersama Kanada, Herdman sudah unjuk gigi ketika membawa tim putri Selandia Baru lolos ke Piala Dunia 2007 dan 2011, serta ke Olimpiade Musim Panas 2008 di Beijing.
Jadwal timnas terdekat
Terdekat, Herdman akan menangani tim Garuda pada bulan Juli nanti dalam turnamen Piala AFF yang kini dikenal sebagai Kejuaraan ASEAN.
Kemudian Herdman akan memimpin Timnas Merah Putih di Piala Asia 2027 yang digelar di Arab Saudi.
Di Piala Asia edisi 2023 yang dimainkan di Qatar, Indonesia mencapai babak 16 besar setelah menjadi salah satu tim peringkat tiga terbaik. Tim Garuda yang saat itu dilatih Shin Tae-yong menempati posisi tiga Grup D dengan tiga poin, di bawah Jepang (6 poin) dan Irak (9 poin).
Perjalanan Indonesia di Piala Asia 2023 lalu dihentikan oleh Australia dengan kekalahan 0-4. Meski tersingikir, pencapaian ini adalah capaian tertinggi Indonesia di Piala Asia dalam lima edisi yang mereka ikuti, setelah empat edisi sebelumnya selalu gagal melewati babak grup.