BPOM Soroti Peredaran Krim Kocok dengan Gas Tertawa

29 January 2026 15:16

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyoroti peredaran krim kocok dengan gas tertawa dengan merek Whip-Pink yang ramai diperbincangkan warganet lantaran diduga menjadi penyebab wafatnya seorang selebgram. Selain telah melakukan evaluasi lebih lanjut, BPOM juga bakal melakukan pengawasan bersama dengan BNN, polisi, hingga Kementerian Kesehatan.

"Itu kan kandungannya adalah nitrit okside (N2O). N2O ini memberikan efek bisa rileks dan seterusnya. Tapi dampaknya dalam fase kualitas dan kapasitas tertentu dalam sistem darah kita, dia menimbulkan ketergantungan," ujar Kepala BPOM RI Taruna Ikrar dikutip dari Metro Siang, Metro TV, Kamis, 29 Januari 2026.
 



Taruna menegaskan mengirup gas tertawa mampu menyebabkan iskemia yaitu kondisi berkurangnya aliran darah ke suatu organ atau jaringan sehingga kadar oksigen menurun.

"Dan dampaknya walaupun masih dievaluasi sekarang, tapi saya kira salah satu influencer yang meninggal itu salah satunya faktor itu. Karena karena pada saat nitrit oksigennya menurun, oksigennya terkoneksinya berkurang, terjadi iskemia. Iskemia itu orang akan merasa kesakitan dan akibat dari rasa sakit dan nyeri itu ujung-ujungnya bisa meninggal. Jadi badan POM punya atensi besar terhadap nitrit okside termasuk Whip-Pink," sambungnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Diva Rabiah)