15 September 2026 18:23
Jakarta: Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS resmi ditutup pada Minggu, 13 September 2026. Dalam Deklarasi New Delhi yang disepakati secara bulat, negara-negara anggota BRICS turut menyoroti isu geopolitik, termasuk perang di Timur Tengah dan penghormatan terhadap kedaulatan negara.
BRICS yang awalnya lebih berfokus pada isu ekonomi, investasi, perdagangan, dan keuangan kini turut memberikan perhatian terhadap perkembangan geopolitik global.
Melalui Deklarasi New Delhi, BRICS menyerukan deeskalasi konflik di Timur Tengah serta penghormatan terhadap kedaulatan negara. BRICS juga menyoroti tantangan geopolitik yang dihadapi negara anggotanya, Iran dan Rusia.
Negara-negara anggota BRICS mengecam serangan terhadap infrastruktur sipil dan fasilitas nuklir yang berada di bawah pengawasan Badan Tenaga Atom Internasional.
Perdana Menteri India Narendra Modi mengatakan perbedaan perspektif antarnegara tidak menghilangkan komitmen bersama untuk memperkuat kerja sama BRICS.
"Selain keragaman perspektif yang kita miliki, komitmen bersama kita terhadap kerja sama BRICS juga terlihat sangat jelas," kata Modi dalam tayangan Prioritas Indonesia Metro TV, Selasa 15 September 2026.
Modi menilai perubahan dunia membutuhkan bentuk kerja sama dan tata kelola global yang lebih inklusif. Menurutnya, negara-negara Global South harus memiliki partisipasi yang setara.