Patuna Travel Gelar Manasik Haji Arba'in

4 May 2026 22:40

Menjelang keberangkatan ke Tanah Suci, puluhan calon jemaah haji yang tergabung dalam program Arba'in mengikuti rangkaian manasik haji intensif yang diselenggarakan oleh Patuna Travel. Bertempat di Hotel Aston Bintaro, Tangerang Selatan, kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini bertujuan memberikan pembekalan menyeluruh, mulai dari aspek fiqih ibadah hingga kesiapan fisik dan administrasi.

Selama manasik, jemaah tidak hanya menerima teori, tetapi juga diwajibkan mengikuti praktik langsung rangkaian ibadah haji. Pada hari kedua, fokus utama diberikan pada tata cara niat, tawaf, sai, hingga simulasi lempar jumrah. Para jemaah laki-laki juga dibimbing secara khusus dalam penggunaan pakaian ihram agar mereka benar-benar siap saat melaksanakan ibadah di Arab Saudi nantinya.

Direktur Patuna Travel, Syam Resfiadi, menjelaskan bahwa simulasi ini sangat penting agar jemaah memiliki memori fisik terkait rangkaian ibadah yang akan dijalani. Selain di Indonesia, pemantapan serupa akan kembali dilakukan setibanya jemaah di Arab Saudi.

"Tujuannya salah satunya adalah bagaimana cara berpakaian ihram untuk bapak-bapak karena untuk ibu-ibu standarnya adalah pakaian muslim. Kemudian dimulai dengan tata niat, tawaf, dan sai. Semoga bisa dipelajari bersama sehingga bisa meresap. Nanti di Saudi pun akan kita adakan lagi pemantapan sebelum menuju ke Padang Arafah dan Tawaf Ifadah," ujar Syam Resfiadi.
 

Baca juga:
Gelombang Pertama Calon Jemaah Haji Khusus Patuna Travel Tiba di Madinah

Kesiapan Administrasi dan Kartu Nusuk

Selain fokus pada ibadah, penyelenggara juga memastikan seluruh dokumen perjalanan jemaah telah siap 100 persen. Hal ini mencakup visa, tiket pesawat, hingga akomodasi selama di Makkah dan Madinah. Terkait administrasi terbaru, Syam menyebutkan bahwa jemaah tidak perlu khawatir mengenai Kartu Nusuk, karena teknis pembagiannya telah diatur secara sistematis.

"Alhamdulillah saat ini kita sudah selesaikan semua program dan persyaratan administrasinya termasuk visa, tiket, hotel, dan lain-lainnya, termasuk Kartu Nusuk. Kartu Nusuk oleh pihak syarikat tidak akan diberikan di Indonesia dan insya Allah akan diberikannya di saat nanti kita mau masuk kota Makkah," jelas Syam.

Sebagai langkah antisipasi dan koordinasi di lapangan, para pembimbing akan memberikan informasi berkelanjutan melalui grup komunikasi daring terkait rencana perjalanan dan kondisi terkini di lapangan. Mengingat cuaca dan dinamika di Tanah Suci yang menantang, jemaah diimbau untuk terus menjaga kesehatan fisik dan mental hingga hari keberangkatan.

Dengan kesiapan penyelenggaraan yang telah mencapai tahap final, para jemaah diharapkan dapat menjalankan seluruh prosesi ibadah dengan lancar, khusyuk, dan kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)