29 April 2026 10:00
Setelah pencarian penuh harap sejak Senin malam, sejumlah keluarga korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur harus menghadapi kenyataan pahit. Orang-orang yang mereka tunggu tak kunjung pulang, hingga akhirnya dipastikan menjadi korban meninggal dunia.
Salah satu kisah datang dari Gito, yang tak kuasa menahan tangis saat mengetahui menantunya, Anita, menjadi korban dalam tragedi tersebut. Selama sekitar sembilan jam, ia berkeliling ke sejumlah rumah sakit di Kota Bekasi demi mencari kepastian nasib sang menantu.
Gito mengaku kehadirannya di lokasi semata-mata untuk meyakinkan diri mengenai kondisi menantunya. Baginya, jika menantunya ditemukan selamat adalah sebuah kesyukuran besar, namun ia pun telah bersiap jika harus menerima kenyataan pahit di RS Polri Kramat Jati. Gito diketahui telah berjaga di lokasi sejak Senin malam pukul 21.00.
"Ya ini ya cuma meyakinkan aja barangkali kalau anak saya itu kalau masih ada ya alhamdulillah, kalau nggak ada ya makanya di itu Kramat Jati itu," ujarnya dalam tayangan Metro Pagi Primetime Metro TV, Rabu 29 April 2026.
Kepastian itu akhirnya datang dari posko utama PT KAI. Namun, harapan tersebut berubah menjadi duka. Jenazah Anita kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Dengan suara bergetar, Gito mengungkapkan bahwa sejak menerima kabar, ia langsung menuju lokasi untuk memastikan kondisi anggota keluarganya. Ia berharap masih ada kemungkinan selamat, namun harus menerima kenyataan sebaliknya.