1 January 2026 22:35
Proses pemulihan akses jalan lintas nasional Bireuen-Takengon terus dipercepat. Fokus utama saat ini adalah pemasangan jembatan darurat (Bailey) di Desa Jamur Ujung, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, yang sebelumnya terputus total akibat terjangan banjir bandang dan tanah longsor.
Pengerjaan jembatan ini dilakukan secara intensif oleh personel TNI AD. Keterlibatan militer dinilai krusial untuk mempercepat konektivitas antar-kabupaten yang sempat lumpuh.
Pembangunan jembatan Bailey ini dilaksanakan oleh pasukan dari Batalyon Zeni Konstruksi (Zikon) 13 dan 14 Menzikon Pusziad. Sebanyak 70 personel TNI diterjunkan ke lokasi, didukung oleh empat unit alat berat yang terdiri dari dua ekskavator dan dua buldozer.
Progres pembuatan jembatan yang sudah dirakit mencapai 24 meter. Melihat kecepatan pengerjaan di lapangan, pengerjaan jembatan diprediksi akan selesai lebih cepat dari target sembilan hari.
Jembatan ini memiliki peran vital karena menghubungkan Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah. Percepatan pembangunan dilakukan agar mobilitas warga dan distribusi logistik dapat segera normal kembali.
Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Heri Yugiantoro, yang meninjau langsung progres pembangunan, menyampaikan optimismenya. "Saat ini mudah-mudahan rangka (jembatan) sudah bisa digeser dan diakses," ujar Heri.
Pemerintah dan TNI terus berupaya membuka akses warga di Kecamatan Wih Pesam dan sekitarnya. Dengan progres perakitan rangka yang signifikan, diharapkan jembatan darurat ini dapat segera dilalui kendaraan dalam waktu dekat.