21 October 2022 12:55
Kabiro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, untuk menunggu hasil penelitian dan penelusuran kasus Gagal Ginjal Akut Progresif Atipikal. Terdapat langkah konservatif yang harus diambil, yaitu dengan meminta seluruh tenaga medis untuk sementara tidak menggunakan obat dalam bentuk cair ataupun sirup, Jumat (21/10/2022).
Nadia mengungkap terjadi lonjakan kasus gangguan gagal ginjal akut progresif atipikal yang cukup signifikan pada Agustus 2022.
"Gagal ginjal akut ini sebenarnya penyakit yang sudah lama, kita ketahui dilaporkan itu hanya satu sampai tiga kasus per bulan. Kemarin terjadi lonjakan yang cukup signifikan di Agustus 2022, yaitu ada 36 kasus dan di September 76 kasus. Setelah itu dengan segera kami melakukan penelusuran," ucap Nadia, Jumat (21/10/2022).
Diketahui bahwa kasus gangguan gagal ginjal akut ini paling banyak menyerang anak di usia satu hingga lima tahun. Perburukannya juga cepat sekali terjadi, anak yang mungkin tadinya sehat, kemudian terjadi penurunan kesadaran dan harus melakukan cuci darah, bahkan bisa berakhir kematian.