19 October 2022 22:45
Meski situasi global tidak menentu, Presiden Joko Widodo tetap yakin dengan prospek ekonomi Indonesia 2023. Keyakinan Presiden itu didasarkan pada berbagai indikator ekonomi saat ini yang tetap menunjukkan tren membaik.
Saat membuka Trade Expo Indonesia ke-37 di Tangerang, Banten, Presiden Jokowi optimistis ekonomi Indonesia akan tetap terang pada 2023. Sejumlah indikator ekonomi nasional menunjukkan tren positif secara konsisten. Angka inflasi juga masih terkendali di level 5,9% meski pemerintah telah menaikkan harga BBM.
Neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus selama 29 bulan berturut turut. Pada periode Januari hingga September 2022, surplus perdagangan mencapai USD39,8 Milliar. Naik 58,8% dibanding periode yang sama di 2021. Di luar indikator tersebut, pertumbuhan kredit juga naik 10,7% sementara indeks kepercayaan konsumen di level 124,7%.
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menyatakan, akan terus berupaya membuka akses pasar di negara mitra melalui perjanjian perdagangan Internasional. Mendag juga akan fokus mengerjakan pasar non-tradisonal di Afrika, Asia Selatan, Asia Tengah hingga Timur Tengah.
Meski sejumlah indikator ekonomi masih bagus, pemerintah mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati. Karena badai krisis ekonomi global sulit diprediksi dan dikalkulasi.