NEWSTICKER

Fatwa MUI soal Hewan Kurban di Tengah Wabah PMK

2 June 2022 09:00

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerbitkan fatwa MUI seputar hukum dan panduan pelaksanaan kurban saat kondisi wabah penyakit mulut dan kuku. Ketentuan ini termaktub dalam Fatwa MUI Nomor 32 Tahun 2022 tentang Hukum dan Panduan Pelaksanaan Ibadah Kurban saat Kondisi Wabah PMK.

Dalam fatwa tersebut, MUI menyebutkan hewan yang terpapar wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) dengan gejala klinis berat tidak sah untuk dikurbankan pada hari raya Iduladha. Gejala klinis berat hewan terpapar PMK di antaranya kuku melepuh hingga terlepas, kaki pincang sehingga tak bisa berjalan serta kondisi fisik hewan yang sangat kurus. Hewan tersebut baru sah menjadi hewan kurban bila sudah sembuh dari PMK pada hari-hari berkurban, yaitu 10, 11, 12, dan 13 Zulhijah.

Sementara hewan yang terpapar PMK dengan gejala ringan masih sah dijadikan hewan kurban. Gejala ringan ini seperti lepuh ringan pada celah kuku, kondisi lesu, tidak nafsu makan, dan keluar air liur lebih dari biasanya.