25 August 2021 09:37
Jika dulu masyarakat Tibet menggiring yak melintasi dataran luas di atas ketinggian 3.000 meter yang dikenal sebagai “Atap Dunia”, kini pemerintah Tiongkok menawarkan opsi modern. Para gembala bisa memelihara yak secara kolektif sesuai kebutuhan, dan sebagai gantinya mereka bisa bekerja sebagai karyawan di peternakan, dan memperoleh keuntungan dari kerja sama sebagai karyawan atau pemegang saham. “Peternakan Tanah Murni” adalah skema di mana penduduk desa menyerahkan yak mereka untuk dipelihara secara komunal oleh pemerintah setempat. Skema init tidak hanya memberikan kenyamanan bagi para peternak lokal, melainkan juga mewujudkan situasi yang saling menguntungkan bagi para peternak untuk meningkatkan pendapatan dan melindungi lingkungan sekitar mereka.