28 October 2026 23:43
Saat pemerintah Indonesia berjibaku memadamkan api dan menangani karhutla, negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura justru melayangkan protes akibat kabut asap yang melintasi perbatasan.
Muncul juga ancaman membawa persoalan ini ke pengadilan. Entah mereka lupa atau pura-pura lupa, bahwa ada puluhan korporasi terafiliasi Malaysia dan Singapura yang terindikasi memiliki titik panas di konsesi mereka.
Kondisi tersebut memicu tanya benarkah ini murni faktor karhutla atau justru gertakan diplomatik musiman untuk mencari panggung di kawasan? Lalu, apa langkah konkret yang harus diambil pemerintah indonesia untuk menghadapinya?