Tim Satuan Tugas (Satgas) Terpadu Port Visit 2026 resmi mengakhiri misi diplomasi kemanusiaannya di kawasan Pasifik Selatan, dengan Papua Nugini sebagai negara persinggahan terakhir. Usai dilepas oleh Duta Besar (Dubes) RI untuk Papua Nugini dan Kepulauan Solomon, Okto Dorinus Manik, tim satgas dijadwalkan langsung bertolak untuk melanjutkan misi ke Kampung Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.
Selama bersandar di ibu kota Port Moresby dengan kapal bantu rumah sakit KRI dr. Wahidin Sudirohusodo, Tim Satgas menorehkan pencapaian sosial yang signifikan. Mereka berhasil memberikan layanan kesehatan secara gratis kepada 1.200 pasien serta merampungkan renovasi sebuah gedung sekolah bersejarah yang telah berusia 100 tahun di negara tersebut.
Dubes Okto Dorinus Manik memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi dan pelayanan luar biasa yang ditunjukkan oleh seluruh kru dan tenaga medis. Kehadiran misi ini dinilai sukses besar dalam membawa wajah diplomasi damai Indonesia ke kancah regional.
"Diplomasi kemanusiaan yang dilakukan oleh Tim Satgas ini berdampak sangat positif dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia dengan Kepulauan Solomon dan
Papua Nugini. Aksi nyata ini mendapat apresiasi dari banyak pihak, bukan hanya di level pemerintah, tetapi juga dari komunitas masyarakat di kedua negara," ujar Okto, dikutip dari
Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Minggu 1 November 2026.
Keberhasilan misi diplomatik ini juga ditandai dengan kunjungan kehormatan dari Gubernur Jenderal Papua Nugini serta Perdana Menteri Kepulauan Solomon. Dubes Okto menegaskan bahwa pihak kedutaan akan terus menjaga momentum ini guna mempererat kerja sama lanjutan.
"Kami akan menindaklanjuti seluruh usaha dan aksi-aksi strategis yang kemarin telah diinisiasi oleh Tim Satgas. Selamat kembali bertugas untuk misi selanjutnya," pungkasnya.