Pascaledakan, Aktivitas Kawasan San Antonio Pakuwon City Surabaya Kembali Normal

7 October 2026 10:29

Aktivitas perekonomian dan lalu lintas warga di kawasan ruko San Antonio Pakuwon City, Surabaya, Jawa Timur, terpantau kembali normal pascainsiden ledakan gas. Garis polisi yang sebelumnya dibentangkan dalam radius 50 meter kini telah dilepas, sehingga ruas jalan di sekitarnya dapat kembali dilalui masyarakat.

Meski kawasan sekitar sudah dibuka, lokasi utama titik ledakan, yakni Rumah Makan Nasi Tempong Sri Devi, masih dipasangi garis polisi dan pagar seng pengaman. Pemasangan pembatas tersebut dilakukan demi menjaga keselamatan publik sekaligus mengamankan area yang masih menjadi objek pemeriksaan penyidik.

"Pascaledakan yang terjadi di salah satu ruko di kawasan San Antonio Pakuwon City Surabaya pada kemarin pagi, saat ini aktivitas perekonomian dan juga aktivitas masyarakat di kawasan San Antonio ini saat ini sudah terpantau kembali normal. Garis polisi yang kemarin terpasang di radius 50 meter saat ini juga sudah dilepas oleh petugas dan area ataupun jalan di kawasan San Antonio saat ini sudah kembali dibuka dan bisa dilewati oleh masyarakat," lapor jurnalis Metro TV, Mahmud Fauzi dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Rabu, 7 Oktober 2026.

Untuk ruko yang mengalami ledakan, yaitu Rumah Makan Nasi Tempong Sri Devi saat ini masih dipasang garis polisi dan juga dipasang pagar pembatas. 

"Sementara itu untuk ruko yang mengalami ledakan, tepatnya ruko ataupun Rumah Makan Nasi Tempong Sri Devi, saat ini masih dipasang garis polisi dan juga dipasang pagar seng pembatas. Pemasangan pagar pembatasan ini dimaksudkan yang pertama untuk membatasi pergerakan warga yang akan mengakses ke lokasi dan juga untuk menjaga keselamatan masyarakat, karena saat ini lokasi ledakan ini masih menjadi objek pemeriksaan dari penyidik Ditreskrimum Polda Jawa Timur," lanjut Mahmud.

Tim penyidik dariInafis dan Bid Labfor Polda Jawa Timur telah menuntaskan olah TKP. Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu tabung gas elpiji berukuran 50 kilogram, selang regulator, serta beberapa kompor satu tungku.
 


Berdasarkan hasil uji forensik, petugas memastikan tidak ada unsur bahan peledak di lokasi. Insiden tersebut diduga kuat bersumber dari kebocoran tabung elpiji 50 kilogram di area dapur, yang diperkuat oleh kesaksian para karyawan mengenai aroma gas menyengat sesaat sebelum ledakan terjadi. Kendati demikian, pemicu pasti yang menyulut api masih didalami oleh Ditreskrimum Polda Jatim.

"Petugas dari Bid Labfor Polda Jawa Timur menyatakan tidak menemukan adanya unsur bahan peledak di area ledakan ataupun di area di sekitar lokasi kawasan San Antonio. Sehingga kuat dugaan ledakan yang terjadi pada kemarin pagi ini diakibatkan karena kebocoran tabung gas LPG ukuran 50 kg yang berada di area dapur depot Rumah Makan Nasi Tempong Sri Devi. Hal ini juga diperkuat dengan keterangan beberapa saksi mata dan juga karyawan rumah makan yang menyebutkan sesaat sebelum terjadinya ledakan ini memang tercium aroma kebocoran gas LPG yang sangat kuat," tambahnya.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), ledakan tersebut mengakibatkan lima karyawan rumah makan mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan intensif di RS Haji Sukolilo serta RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

Selain menimbulkan korban luka, peristiwa ini merusak 58 unit bangunan terdiri dari 42 ruko dan 16 rumah warga dengan tingkat kerusakan ringan hingga berat, serta 12 unit kendaraan bermotor roda dua dan roda empat. Pihak manajemen Rumah Makan Nasi Tempong Sri Devi telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui akun media sosial resminya dan kini tengah berkomunikasi aktif dengan para pemilik aset terdampak guna proses penyelesaian ganti rugi.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X