BMKG: Musim Hujan Mundur hingga 30 Hari Imbas El Nino

27 October 2026 20:24

Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia mundur sekitar 20 hingga 30 hari akibat fenomena El Nino. Kondisi ini membuat periode musim hujan diperkirakan berlangsung lebih pendek, meski sifat hujan secara umum diprediksi normal.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan sebagian wilayah Indonesia diperkirakan mulai memasuki musim hujan pada November hingga Desember 2026. Sementara itu, puncak musim hujan diprediksi berlangsung pada Desember 2026 hingga Februari 2027.

“Sebagian wilayah Indonesia ada yang puncaknya nanti di Desember, Januari, dan Februari,” kata Faisal dalam tayangan Primetime News Metro TV, Selasa 27 Oktober 2026. 

Ia menjelaskan, curah hujan diperkirakan berada pada kisaran normal berdasarkan rata-rata klimatologis 30 tahun terakhir. Namun, hujan tersebut akan terkonsentrasi dalam periode yang lebih pendek sehingga masyarakat dan pemerintah perlu melakukan antisipasi sejak dini.

“Jadi kita harus bersiap mulai sekarang,” ujarnya.

BMKG mengingatkan potensi bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir dan tanah longsor, terutama pada akhir 2026 hingga awal 2027. Durasi musim hujan yang lebih pendek menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam menghadapi potensi bencana tersebut.

Di tengah peralihan musim, operasi modifikasi cuaca juga terus dilakukan. Faisal menyebut sembilan pesawat aktif beroperasi di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan, sementara enam pesawat dikerahkan di Sumatra Selatan.

Operasi modifikasi cuaca tersebut diharapkan dapat mendukung upaya penanganan kondisi cuaca, termasuk di wilayah yang mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Di sisi lain, masyarakat tetap diminta mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seiring perubahan pola musim hujan.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X