Tangkap Irjen Teddy Bukti Kapolri Tak Pandang Bulu Bersih-Bersih Internal Polri

14 October 2022 19:48

Kabar penangkapan seorang Kapolda Jenderal Bintang dua, Irjen Teddy Minahasa muncul
di tengah pemanggilan Presiden Jokowi kepada 559 pejabat Polri di Istana Negara, Jumat (14/10/2022). Irjen Teddy ditangkap karena mengonsumsi dan menjual barang bukti lima kilogram sabu kepada seorang bandar narkoba kelas kakap di Jakarta. Padahal, Irjen Teddy Minahasa baru-baru ini ditunjuk Kapolri untuk menggantikan Irjen Nico Afinta sebagai Kapolda Jawa Timur.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menindak tegas Irjen Teddy Minahasa terduga pelanggar terkait kasus narkoba. Guru Besar Politik dan Keamanan Unpad, Muradi mengapresiasi langkah tegas Kapolri yang menindak jajarannya tanpa pandang bulu.

"Saya memberikan apresiasi kepada Bapak Kapolri atas langkah tindakan tegas kepada anak buahnya tanpa pandang bulu," kata Muradi dalam Program Primetime News Metro TV, Jumat (14/10/2022).

Namun di satu sisi Muradi prihatin karena tersangka kasus tersebut terjadi di internal kepolisian serta kasus ini perlu menjadi pembelajaran untuk institusi kepolisian. Menurut Muradi, pola penanganan dari kepolisian sudah on the track, namun untuk penanganan judi online dan narkoba, 99% melibatkan internal kepolisian. Muradi menegaskan perlu adanya langkah sistematis, strategis dan tidak pandang bulu untuk penanganan narkoba tersebut. 

Sementara itu, Komisioner Kompolnas, Albertus Wahyu menyatakan sesuai pernyataan Kapolri dalam konferensi pers, Jumat (14/10/2022) bahwa apapun pangkat dan jabatannya, Kapolri tidak menoleransi masalah narkoba. Albertus menyamakan pernyataan Kapolri dengan Presiden Joko Widodo ketika pengarahan dengan para pejabat Polri.

"Jadi bapak presiden tadi ketika di Istana dengan para pejabat Kapolri, Kapolda, Kapolres menegaskan juga agar Polri jangan sampai dianggap lemah terutama dalam penegakan hukum di judi online dan narkoba." ujar Albertus Wahyu dalam Program Primetime News Metro TV, Jumat (14/10/2022).

Menurut Albertus, komitmen tersebut harus terus dikawal, jangan sampai hanya lingkup tertentu karena ketika berbicara narkoba terdapat sebuah jaringan. Albertus menegaskan bahwa Kompolnas bersama publik akan terus mengawal kasus ini agar jaringan tersebut bisa diusut serta terbongkar seluruhnya.

(Muhammad Ali Afif)


Close Ads X
Close Ads X