NEWSTICKER

Ahli Pidana: Eliezer Hanya Jadi Alat untuk Melakukan Suatu Perbuatan Pidana

8 January 2023 05:38

Pihak kuasa hukum Richard Eliezer menghadirkan saksi ahli hukum pidana Albert Aries dalam persidangan kasus pembunuhan Brigadir J pada Rabu 28 Desember 2022. Menurut Albert, orang yang disuruh untuk melakukan tidak memiliki kehendak untuk melakukan kesalahan atau perbuatan pidana.

Mulanya, kuasa hukum Eliezer mempertanyakan mengenai arti penguasa yang berwenang sebagaimana Pasal 51 KUHP ayat 1 yang berbunyi: "Barangsiapa melakukan perbuatan untuk melaksanakan perintah jabatan yang diberikan oleh penguasa yang berwenang, tidak dipidana." 

Albert kemudian menyebut penguasa berwenang dalam kasus pembunuhan Brigadir J dapat diartikan sebagai pihak pemberi perintah. 

"Kalau kita melihat dari kapasitas penyertaan tadi maka yang paling relevan (disebut penguasa berwenang adalah pihak) menyuruh lakukan, karena menyuruh tadi bisa berupa perintah atau instruksi yang dilaksanakan oleh orang yang sesungguhnya tidak bisa diminta pertanggungjawaban. Baik itu karena Pasal 44 atau 48 karena daya paksa atau 51 KUHP," kata Albert di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu, 28 Desember 2022.

"Jadi dalam konteks (penyertaan) yang tadi lebih tepat yang menyuruh melakukan, ya?" tanya penasihat hukum Eliezer. 

"Iya, karena caranya tidak bisa dibatasi, dan orang yang disuruh melakukan tadi tidak bisa pertanggungjawabkan hanya karena dia merupakan seorang alat," jawab Albert.