NEWSTICKER

Jelang Sidang Kasus Pencabulan Santriwati di Jombang, Tim Pendamping Bantah Saksi Mundur

13 July 2022 12:59

Penyataan dari Kajadi Jatim Mia Amiati bahwa banyak saksi kasus pencabulan santriwati di Jombang yang mengundurkan diri, sangat disesalkan Tim Pendamping Korban. Apa pun motivasinya, pernyataan tersebut dapat semakin menjatuhkan mental korban dan keluarganya yang dua tahun terakhir diintimidasi pelaku pencabulan.

Padahal bila mental korban dan keluarganya jatuh karena berpikir peluangnya mendapat keadilan semakin tipis, maka sidang yang akan dimulai 18 Juli 2022 akan berakhir sia-sia. Maka sia-sia juga semua jerih payah meminta pelaku pertanggungjawabkan perbuatan tidak senonoh yang berlangsung sejak 2017.

"Itu pernyataan absurd yang bisa membuat korban down sehingga menolak menyampaikan kesaksiannya dalam sidang," sesal anggota tim pendamping korban, Syarif Abdurahman, dalam Metro Siang, Rabu (13/7/2022). 

Ditegaskannya bahwa korban yang didampingi oleh tim adalah saksi pelapor tetap dalam posisi melanjutkan kasusnya ke meja hijau. Ketetapan tersebut didukung oleh seluruh anggota keluarga sehingga menolak tegas semua upaya suap dan melawan intimidasi dari pihak pelaku melalui simpatisannya agar menghentikan proses hukum.

Upaya suap dan intimidasi pihak pelaku, sepengetahuan Syarif Abdurahman, adalah penyebab banyaknya korban yang memilih tidak mempolisikan pelaku atau mencabut laporannya di Polres Jombang. Suap mencakup janji uang damai senilai puluhan juta rupiah dan biaya memperbai rumah tempat tinggal korban. Sedangkan tindak intimidasi ada yang berupa tindak kekerasan dan ujaran kebencian di media sosial.

"Pelapor salah satu dari sekian banyak korban dan tidak mundur dari sidang," tegasnya.